BANTUL – Wisatawan yang ingin berlibur di Pantai Parangtritis harus lebih berhati-hati. Itu seiring dengan munculnya ubur-ubur. Koordinator Search And Rescue Wilayah 3 Parangtritis Ali Sutanto menyebut hewan laut tak bertulang itu mulai terlihat di Pantai Parangtritis sejak Minggu (26/5).

”Sudah dua kali muncul. Yang kedua Selasa (28/5). Tapi, masih kecil-kecil bentuknya,” jelas Ali di Posko Search And Rescue Wilayah 3 Parangtritis, Kamis (30/5).

Fenomena munculnya ubur-ubur di Pantai Parangtritis bukan hal baru. Hewan yang memiliki sengatan menyakitkan itu mulai bermunculan saat cuaca dingin. Kendati begitu, kata Ali, hingga sekarang belum ada wisatawan yang tersengat. Lantaran objek wisata yang lekat dengan mitos Nyi Roro Kidul saat bulan Ramadan memang sepi pengunjung.

”Tapi, kami tetap melakukan pengawasan dan imbauan agar wisatawan tak bermain air hingga ke tengah,” ucapnya.

Ya, imbauan ini bertujuan agar wisatawan tak tersengat. Menurut Ali, sengatan ubur-ubur menyakitkan. Efeknya terasa panas di kulit. Meski, bentuknya saat ini masih relatif kecil.

”Baik kecil maupun besar efek racunnya sama,” ujarnya.

Ali memperkirakan fenomena munculnya ubur-ubur bakal berlangsung selama musim kemarau. Kondisi air laut yang dingin dan embusan angin membuat ubur-ubur bergeser ke arah darat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto menambahkan, imbauan juga akan disampaikan melalui papan peringatan. Agar pengunjung benar-benar mewaspadai sengatan ubur-ubur.

”Apalagi, sebentar lagi musim libur Lebaran,” katanya.

Terkait penanganan, Dwi mengatakan, bagian kulit yang tersengat diolesi salep. Pengunjung yang tersengat juga harus memperbanyak gerak. Racun yang menyebabkan rasa panas dan nyeri bakal keluar bersama dengan keringat. (cr6/zam/er)