JOGJA – Sempat membuat heboh saat awal peluncurannya, pencetakan kartu nikah ternyata terkendala. Masalah server di Kementrian Agama membuat kartu nikah tak bisa langsung dicetak.

Kendala tersebut terjadi karena masih dalam pembaharuan atau perbaikan server. Itu maka mengakibatkan data pasangan pengantin tidak bisa terbaca.  Kendala tersebut kata Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Umbulharjo, Handri Kusuma,  karena kartu nikah sebagai pengganti buku nikah itu baru di-launching awal di November lalu. Kota Jogja sendiri baru dimulai awal Januari. Dia menilai kendala tersebut karena dalam rangka perbaikan.

“Jadi kan kalau kami mau mencetak scan dulu datanya masuk apa tidak, kalau tidak masuk berarti kita tidak serahkan kartu nikahnya,” kata Kepala KUA Umbulharjo, Handri Kusuma kemarin.

Tapi dia mengklaim, hingga saat ini pencetakan kartu nikah mengalami kelancaran. Pihaknya sudah menerbitkan sekitar 100 lebih kartu nikah mulai dari Januari hingga Mei.

Selain itu, Handri menambahkan jika KUA yang dipimpinnya merupakan wilayah luas. Dengan penduduk terbanyak se-kota Jogja. Sehingga memiliki paling banyak penerima kartu nikah.

“Tapi untuk jumlah peristiwa nikahnya kami ada penurunan, karena peristiwa nikah diluar wilayah yang bukan kecamatan kita yang tidak boleh kami datangi, ” tuturnya.

Penurunan itu terjadi sekitar 102 peristiwa dari peristiwa menikah di 2017 berjumlah 397 peristiwa, sedangkan untuk 2018 menurun hanya 295 peristiwa.

Menurut dia, tidak ada perbedaan antara buku nikah dengan kartu nikah yang baru dilaunching oleh Kementerian Agama ini. Handri mengatakan ketika pasangan telah resmi menikah akan tetap mendapatkan buku nikah versi suami dan istri, ditambah dengan pemberian kartu nikah tersebut. “Jadi gak ada perbedaan. Hanya saja ini kan lebih simpel seperti kartu ATM bentuknya,” tuturnya.

Kata dia, kartu nikah ini hanya sebagai pengganti untuk pengurusan administrasi atau keimigrasian jika diperlukan. Karena, menurut dia, semua data sudah tercantum di kartu tersebut ketika dilakukan scan. Jadi dia bilang,  kartu itu akan lebih simpel bisa dibawa kemana-kemana, “Jadi kalau mau bepergian keluar kota cukup bawa kartu nikahnya saja tinggal tunjukkan kartu itu jika diperlukan, ” jelasnya.

Dalam tahun ini, KUA Umbulharjo yang memiliki wilayah penduduk terbanyak se – kota Jogja ini mendapatkan jatah kartu sebanyak 300 buah. Jumlah ini dinilai Handri masih kurang, melihat jumlah penduduk di wilayahnya, “Kemungkinan masih kurang, paling tidak harus ada tambahan 100 buah lagi, ” tambahnya. (cr15/pra)