SLEMAN – Valeria Paulini Yuwono adalah satu-satunya atlet yang terdaftar dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda) Daerah Istimewa Jogjakarta untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun depan di Papua. Kini dara berusia 18 tahun itu tengah berjuang untuk bisa mendapatkan peringkat ketiga nasional demi lolos ke PON 2020 dan dibiayai oleh pemerintah DIJ.

Menghadapi PON Papua, KONI DIJ memang memiliki aturan yang ketat. Dikarenakan Papua sangat jauh dan akan menghabiskan banyak biaya, KONI DIJ memiliki kriteria tersendiri untuk memberangkatkan atletnya. Di cabang olahraga renang, setiap atlet DIJ harus bisa meraih paling tidak peringkat tiga nasional saat Pra-PON.

Melihat hal itu Paulin tak terlalu ambil pusing. Meski mengaku terus berlatih dengan keras demi bisa mencapai tiga besar. Paulin juga siap jika nantinya dia berangkat dengan biaya sendiri ke Papua tahun depan. “Kalau nanti saya gagal memenuhi target KONI, saya berangkat sendiri,’’ kata Paulin saat ditemui Radar Jogja usai menjalani latihan rutin di Kolam Renang Tirtasari.

Selain itu Paulin juga memiliki ambisi pribadi. Pada ajang PON 2016 lalu Paulin gagal meraih medali dan harus puas menempati posisi empat. Kendati demikian, jarak waktu antara Paulin dan si penghuni nomor tiga sangat tipis. Bahkan, demi mewujudkan targetnya Paulin siap mengajukan cuti ke kampus tempat dia belajar saat ini. Cuti tersebut akan dia ambil tiga atau empat bulan sebelum penyelenggaraan PON 2020.

Sementara itu di tempat yang sama Tri Sugiyono mengungkapkan dalam waktu dekat ini akan ada turnamen renang Piala Walikota Jogja. Menurutnya, ajang yang biasanya diikuti banyak atlet nasional itu akan dijadikan sebagai ajang try out bagi Paulin. Namun, Tri mengaku belum tahu pasti kapan akan dilaksanakan turnamen tersebut. Bisa jadi turnamen tersebut akan berlangsung pada Agustus atau September mendatang sebelum pelaksanaan Porda DIJ. (cr12/din)