BANTUL – Ada yang berbeda dengan suasana di depan Pasar Bantul. Ada pedagang dadakan sejak dua hari terakhir. Ya, halaman pasar rakyat terbesar di Bumi Projotamansari itu menjelang Lebaran dipenuhi dengan penjual kulit ketupat.

”Menjelang Lebaran memang banyak yang cari (kulit ketupat),” jelas Kunem, seorang penjual kulit ketupat Senin (3/5).

Perempuan paro baya ini setiap Lebaran menjadi penjual dadakan kulit ketupat. Lantaran hasilnya cukup memuaskan. Dia bisa membawa pulang Rp 200 ribu per hari.

”Kalau mendekati hari raya semakin banyak,” ucapnya semringah.

Baginya, pendapatan dari menjual ketupat cukup besar. Toh, Kunem tidak membeli bahan baku berupa daun kelapa muda. Seluruh bahan baku itu diperoleh dari tanaman kelapa di pekarangan rumah.

”Lalu dianyam sendiri,” jelas perempuan yang telah berjualan kulit ketupat selama enam Lebaran ini.

Lalu, berapa harganya? Kunem menyebut harganya Rp 10 ribu per ikat. Isinya sepuluh kulit ketupat. Namun, harganya bisa turun jika konsumen membeli dalam jumlah besar.
”Lumayan bisa buat tambah-tambah ngasih uang lebaran buat cucu,” kata perempuan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini.

Wiji, seorang penjual kulit ketupat lainnya mengungkapkan hal senada. Warga Pajangan ini mengaku sudah empat kali Lebaran menjual kulit ketupat. Yang berbeda, Wiji kali ini mengajak istri dan anaknya menggelar lapak di halaman Pasar Bantul.

”Laku 100 atau 200 ribu saya syukuri. (Uang-nya) bisa buat beli baju lebaran,” tambahnya.

Di Kota Jogja juga ada fenomena penjual kulit ketupat. Bahkan, lokasinya tersebar di beberapa titik. Di antaranya, di sepanjang Jalan Diponegoro dan Jalan AM Sangaji. Seperti di Bantul, penjual kulit ketupat ini juga menganyam di lokasi jualan.

”Harga satu ikat isi sepuluh Rp 7.000,” jelas Widyo Sumarto, seorang penjual kulit ketupat di Jalan AM Sangaji.

Pria 62 tahun ini mengaku sudah empat kali Lebaran berjualan kulit ketupat. Setiap tahunnya, warga Klaten, Jawa Tengah, ini tiba di lokasi sekitar pukul 23.00. Agar bisa berjualan pagi harinya.
”Bawa 4.000 helai daun kelapa muda,” ucap Widyo menyebut permintaan kulit ketupat Lebaran kali ini mengalami penurunan. (cr5/cr8/zam)