JOGJA – Kawasan Malioboro dipastikan masih menjadi jujukan wisatawan saat di Kota Jogja. Untuk pengamanan, UPT Malioboro mengoptimalkan peran Jogo Boro selama musim libur lebaran 2019.

Disiapkan sebanyak 110 Jogo Boro selama 24 jam. Kepala UPT Malioboro Ekwanto mengungkapkan siaga 24 jam karena aktivitas di Malioboro juga berlangsung hampir seharian penuh. Dia mengaku tidak bisa melarang wisatawan untuk bertahan di Malioboro. Sehingga dia memilih untuk mengoptimalkan sistem penjagaan oleh Jogo Boro.

“Tidak ada penambahan personel. Pada prinsipnya penyiagaan personel sama seperti hari biasanya. Hanya saja ada penambahan waktu piket jaga,” jelasnya kemarin.

Penerapan sistem penjagaan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu ada perbedaan mencolok. Terlebih setelah perwajahan Malioboro menjadi kawasan pedestrian. Berdasarkan evaluasi libur tahun baru, kawasan Malioboro menjadi favorit bagi wisatawan.

Jogo Boro juga memantau aset fasilitas publik di Malioboro. Tujuannya untuk menghindari penyalahgunaan ataupun perusakan. Mulai dari kursi kayu, pot taman, tempat isi ulang air minum hingga tempat sampah.

“Pengawasan oleh Jogo Boro ini dibantuk dari CCTV. Setidaknya ada 24 kamera pengawas yang tersebar di seluruh titik. Jadi kalau ada yang merusak atau bertindak tidak sesuai norma kan langsung ketahuan,” ujarnya.

Jajarannya juga bekerjasama dengan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja. Terkait produksi sampah selama musim  libur lebaran. Setidaknya satu truk sampah disiagkan di Kantor UPT Malioboro.

Ekwanto memprediksi peningkatan sampah mencapai dua kali lipat. Produksi sampah harian di kawasan Malioboro sendiri mencapai tiga sampai empat truk. Antisipasi dilakukan dengan penambahan tim sapu ranjau sampah.

“Mengoptimalkan mobilisasi tim untuk mengambil sampah. Peningkatan sampah biasa terlihat sejak H-7 hingga H+7 lebaran,” katanya.

Pada bagian lain, jajarannya telah mengumpulkan pedagang lesehan Malioboro. Kaitannya pemasangan harga menu makanan. Sehingga tidak ada lagi peristiwa pemerasan oleh pedagang. Sanksi tegas telah disiapkan kepada pedagang yang membandel.

“Sanksinya dari teguran sampai skorsing tidak boleh berjualan. Pedagang wajib memasang daftar harga, kalau tidak berhadapan dengan konsekuensi tegas,” tegansya.

Terpisah Kabag Ops Polresta Jogja Kompol Naafi Arman menjamin kenyamanan pengunjung Malioboro. Jajarannya akan rutin patroli di sepanjang kawasan Malioboro. Mulai dari patroli bermobil, patroli sepeda hingga patroli sepatu roda.

“Kami juga mewanti-wanti juru parkir jangan berbuat nakal. Kalau menaikan harga seenaknya sendiri bisa kami kenakan pasal tipiring,” katanya. (dwi/pra/zl)