JOGJA – Setelah libur cuti bersama Lebaran 2019, yang ditetapkan pemerintah selesai Minggu (9/6), hari ini (10/6) para aparatur sipil Negara (ASN) harus kembali beraktivitas. Sanksi tegas menanti ASN yang tidak masuk maupun membolos saat jam kerja.

Di lingkungan Pemprov DIJ, hari pertama masuk kerja ASN hari ini bersamaan dengan kegiatan open house Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ di Bangsal Kepatihan. Kegiatan yang digelar pukul 09.00-11.00 tersebut, selain diperuntukan bagi masyarakat, juga bagi para ASN di Pemprov DIJ.

“Hari pertama masuk ASN besok (hari ini) bersamaan dengan open house Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ,” ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Gatot Saptadi Minggu (9/6).

Gatot mengaku tidak khawatir dengan kedisiplinan ASN di Pemprov DIJ. Kegiatan syawalan, termasuk open house tersebut tidak akan mempengaruhi pelayanan ke masyarakat. Bagaimana untuk pengawasannya? “Diserahkan ke masing-masing instansi atau dinas,” jawabnya.

Hal yang sama juga di lingkungan Pemkot Jogja. Hari pertama masuk kerja hari ini, akan diadakan syawalan sekaligus upacara HUT Pemkot Jogja ke-72 yang jatuh pada 7 Juni lalu. “Ada syawalan dan upacara HUT Pemkot, jadi mau tidak mau (ASN) harus datang,” kata Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi ketika dikonfirmasi terpisah.

HP mengaku tidak akan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Menurut dia, di internal Pemkot Jogja sudah ada sistem elektronik kinerja atau e-kinerja. Kegiatan tiap ASN selama jam kerja bisa dipantau melalui aplikasi tersebut. “Setiap hari datang terlambat atau pulung duluan tidak berani,” kata HP. “Di Pemkot jika tidak memenuhi jam kerja, langsung potong TPP (tambahan penghasilan pegawai),” lanjutnya.

Meskipun begitu, Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja yang akan melakukan sidak. Tak hanya ASN yang tidak masuk, tapi juga bolos saat jam kerja. Koordinator Forpi Kota Jogja Baharudin Kamba menyebut, biasanya pada pertama masuk kerja dijadikan momen untuk syawalan. Tapi dia mengingatkan, momen halal bi halal jangan lantas membuat seluruh pegawai di OPD tidak berada di tempat. “Harapannya bagi pegawai yang hendak mengikuti acara halal bi halal dapat dilakukan secara  bergantian agar pelayanan dapat tetap dilakukan,” ujarnya. (cr6/cr16/pra/fj)