Kulit buah salak, dianggap sampah. Mampu diolah lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi produk bermanfaat, yaitu deodoran. Setiap hari, sentra olahan salak di Sleman menghasilkan 10 kilogram limbah kulit salak.

SEVTIA EKA NOVARITA, Sleman

BERAWAL dari persoalan di masyarakat akan bau kaki dan kulit kering. Sering dialami orang yang memakai sepatu dalam rentang waktu lama.

Masalah tersebut membuat Aditia Pramudia Sunandar dan empat temannya, berinisiatif membuat formula deodoran. Empat teman Aditia tersebut, Asmi Aris, Rahmanisa Laila Fitri, Putri Matsya Sabilla, dan M. Abdurrahman Mukhlis.

Aditia sebagai ketua tim menjelaskan, kaki yang memiliki bau tidak sedap disebabkan oleh bakteri Staphylococcus Epidermidis yang bertugas mendegradasi leusin pada keringat. Asam isovalerat yang dihasilkan menyebabkan bau pada kaki.

Untuk menekan asam isovalerat, dibutuhkan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang memicu timbulnya bau. Berdasarkan penelitian sebelumnya, senyawa flavonoid yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermidis ditemukan pada kulit salak.

“Akhinya deodoran tersebut diberi nama Cadeo atau Salacca Zalacca Deodorant,” jelas Aditia kepada Radar Jogja.

Dalam pembuatan deodorant tersebut, Aditia dan teman-temannya mampu menyelesaikan dalam satu hari. Hanya saja, menyiapkan kulit salak yang diekstrak menghabiskan waktu seminggu. Mulai pengeringan, perendaman, sampai evaporasi.

Deodoran yang dihasilkan, dicampur dengan bahan-bahan kimia yang aman bagi kulit dan kesehatan. Seperti trietanolamin, nipagin, asam stearat, cetyl alcohol dan essensial oil.

“Masih tahap uji anti-bakteri. Dan akan masuk uji laboratorium di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) UGM tahap satu. Dan akan dipatenkan setelah Lebaran,” kata Aditia.

Cadeo yang berbentuk spray. Dibuat khusus untuk melembutkan kaki dengan bahan yang mudah meresap pada kulit.

Dengan tiga varian aroma yang ditawarkan. Yaitu lavender, mint, dan mocca. Meskipun belum diproduksi masal, deodoran tersebut telah dijual sampai ke Singkawang, Bulukumba, Cilacap, bahkan Thailand. Harga jual murah, berkisar Rp 8.000.

“Untuk saat ini, bisa dipesan melalui official Instagram di cadeouny.official,” kata Aditia. (iwa/zl)