JOGJA – Seiring dengan mulai masuk kerja bagi ASN, akses jalan menuju keluar wilayah DIJ dipadati kendaraan.

Dari pantauan Area Traffic Control System (ATCS) milik Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ, akses keluar wilayah DIJ, terpantau ramai. Kepadatan lalu lintas juga terjadi di wilayah wisata unggulan. Seperti jalan menuju Parangtritis, Gunungkidul dan Malioboro.

Staf manajemen lalu lintas Dishub DIJ  Agha Perdana Putro mengatakan, Dishub mengandalkan empat pos pantau di wilayah, Gamping, Prambanan, Denggung, dan Piyungan. Juga akan diatur durasi waktu hjiau traffic light secara real time. Apabila lampu lalu lintas tak bisa membendung kepadatan, Dishub akan bekerja sama dengan Polres setempat. “Apabila APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) tidak bisa mengurai masalah, rekayasa penanganan lalu lintas di lapangan akan dilakukan oleh petugas di lapangan”, jelasnya.

Menurut dia, jam padat rata-rata terjadi pukul 11.00 hingga menjelang malam. Kepadatan akan kembali terjadi dari pukul 20.00-22.00. Agha memprediksi lalu lintas akan kembali normal Selasa mendatang (11/6).

Berdasarkan laporan Posko Koordinasi Derah (Pokoda) Dishub, tercatat 147.043 kendaraan memasuki wilayah DIJ dan 119.707 kendaraan meninggalkan wilayah Jogja pada Sabtu Minggu (8/6). “Kendaraan didominasi oleh kendaraan roda empat”, jelasnya.

Arus kendaraan keluar DIJ juga terjadi di Terminal Giwangan Jogja. Komandan Regu Operasional Lapangan Kementerian Perhubungan Direktorat BPDT X Jateng DIJ Agung Budi Suryanto menyebut, data hingga H+3 lebaran, jumlah penumpang Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) mencapai 9.321 penumpang. Selisih 6.617 penumpang, dari 15.938 penumpang 2018 lalu. Sementara ritase bus didominasi oleh bus AKAP mencapai 8.123 di bulan Juni. Sedangkan bus Antar Kota Antar Daerah (AKAD) mencapai 2.188.”Selain kemacatan lalu lintas, sebagian masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi,” ungkapnya.

Menurut dia, penggunaan bus patas cenderung diminati meskipun harga tiket masih di ambang batas maksimal. Diminati, lantaran minim kemacetan. Sebab bus patas dapat beroperasi di jalan tol. Sehingga perjalanan dapat ditempuh lebih cepat dibandingkan dengan bus ekonomi.

Pemudik yang mulai meninggalkan DIJ juga terpantau di Bandara Adisutjipto Jogja. General ManagerPT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Adisutjipto Agus Pandu Purnama mengatakan, puncak arus balik terjadi pada Sabtu malam (8/6). Sesuai prediksi, jumlah penumpang mencapai 23.527 orang. Dengan rute penerbangan paling banyak dari Jakarta.

Tapi seiring dengan masih mahalnya tiket pesawat, Agus mengungkapkan, jumlah penumpang menurun. Hingga H+4 lebaran tahun ini, jumlah penumpang menurun sebanyak 50.485 orang. Pada 2018 jumlah penumpang mencampai 230.876 orang. Sementara 2019 mencapai 281.361 orang. Tapi, lanjut Agus, jika dibandingkan, Januari hingga Mei. Jumlah penumpang di bulan Juni meningkat tajam. Jika rata-rata per hari sebanyak 12 ribu penumpang. Pada bulan Juni, rata-rata penumpang perhari mencapai 23.727 penumpang.

Tapi Agus mengklaim, jika digabungkan dengan jumlah penumpang di Yogyakarta International Airport (YIA) maka jumlah penumpang akan stabil. Sebab jumlah penumpang selama Juni cukup padat, rata-rata mencapai 1.000 penumpang per hari. Dengan total extra flight sebanyak 29. Tapi waktu penerbangan tidak bersamaan. ”Rata-rata yang beroperasi perhari 50 persen. Tapi YIA cukup diminati. Kami memantau selalu penuh,” ungkapnya. (cr6/cr16/pra/fj)