SLEMAN – Sebanyak 14 orang dilantik sebagai Satuan Karya Pramuka (Saka) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman. Saka Kominfo ini merupakan yang pertama di DIJ.

Kepala Dinas Kominfo Sleman, Eka Suryo Prihantoro mengatakan, Sleman merupakan kabupaten pertama yang memiliki Saka Kominfo. Saka yang baru dibentuk ini sudah memiliki beberapa program.

Salah satunya, Saka Kominfo akan dilibatkan dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak se-Kabupaten Sleman pada 2020. Pada pesta demokrasi tingkat desa tersebut rencananya dilaksanakan dengan sistem e-voting.

“Nantinya, Saka Kominfo dilibatkan secara teknis di lapangan. Karena, selain melakukan pelatihan-pelatihan, Saka ini juga harus beraktivitas dengan masyarakat,” kata Eka.

Pilkades serentak dilaksanakan pada November 2019. Sebanyak 35 kepala desa di Sleman akan dipilih melalui mekanisme e-voting.

Eka menjelaskan, setiap tempat pemungutan suara (TPS) akan dilengkapi satu unit komputer layar sentuh untuk memilih calon kepala desa. Juga disediakan dua laptop untuk mendata daftar pemilih untuk mengaktifkan smart card.

“Mekanisme Pilkades melalui e-voting dilakukan menggunakan komputer layar sentuh yang telah berisi kandidat kepala desa,” kata Eka.

Mekanismenya, kata Eka, pemilih mendaftar, panitia melakukan verifikasi, dan memberikan smart card. Smart card itu dapat diperoleh dengan menunjukkan KTP elektronik dan melakukan pemindaian sidik jari saat e-voting dan hanya dapat digunakan satu kali pencoblosan.

Selanjutnya, tinggal memasukkan smart card pada perangkat. Kemudian muncul pilihan kandidat di layar monitor.

Pemilih tinggal menyentuh layar komputer sesuai pilihan. Kemudian akan muncul notifikasi validitas. “Notifikasi ini berisi pernyataan bahwa pilihan sudah benar atau belum. Jika sudah benar, tinggal di klik. Dan hasil pilihan langsung tercetak,” ujar Eka.

Eka memastikan keamanan pada jaringan yang digunakan. Sehingga tidak ada hacker yang bisa meretas. “Karena ini sistemnya offline, kami pastikan semua aman,” tegas Eka.

Termasuk jika listrik mati. ‘’Ketika listrik sudah nyala lagi, sistemnya tidak akan terpengaruh. Karena otomatis datanya tersimpan,” kata Eka.

Pelantikan Saka Kominfo dilakukan Asisten Sekretaris Daerah (Asekda) 3 Sleman, Arif Haryono. Pembentukan Saka Kominfo merupakan sebuah kebutuhan untuk menjawab tantangan di era teknologi dan informasi.

Menurut Arif, Saka Kominfo tersebut merupakan upaya Sleman mewujudkan keterbukaan informasi. Dia berharap Saka Kominfo mampu mengembangkan watak dan karakter. Sehingga menghasilkan kinerja optimal.

“Dalam dinamika kehidupan, pasti akan ditemui banyak tantangan. Maka dengan watak dan karakter yang kuat akan dapat menerobos tantangan tersebut,’’ kata Arif. (har/iwa/zl)