GUNUNGKIDUL – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, tahapan Pilkada 2020 dimulai akhir tahun ini. Hanya, tahapan itu baru sebatas persiapan.

”Secara resmi tahapan Pilkada akan dimulai pada awal tahun,” jelas Hani, sapaannya, saat dihubungi belum lama ini.

Seluruh tahapan pilkada, kata Hani, berjalan sepuluh bulan. Perinciannya, delapan bulan sebelum coblosan. Dua bulan sisanya pascacoblosan. Itu meliputi berbagai tahapan. Mulai persiapan, penyelenggaraan, hingga rekapitulasi hasil pemungutan suara.

Dia menjelaskan, persiapan pilkada, antara lain, meliputi kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dan penyuluhan petugas pelaksana. Kemudian, KPU akan menuntaskan penyusunan anggaran dan penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) sebagai dasar penetapan anggaran pilkada.

”Setelah itu KPU akan membentuk panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) sebagai pelaksana Pilkada,” ucapnya.

Berikutnya, KPU akan menerima data daftar penduduk potensial pemilih (DP4) sebagai dasar pengolahan data daftar pemilih. Menurutnya, penyusunan data pemilih, pemutakhiran data pemilih hingga penetapan daftar pemilih tetap (DPT) masuk dalam hitungan tahapan delapan bulan sebelum pilkada.

”Demikian juga dengan tahapan penyelenggaraan meliputi penyerahan dukungan terhadap calon kepala daerah, pendaftaran pasangan calon kepala daerah, penetapan pasangan calon kepala daerah dan pengundian nomor urut dilakukan pada 2020 hingga 2021,” katanya.

Namun agenda terdekat adalah menyelesaikan pengesahan anggaran pilkada. Tapi, ini tentu menunggu kesiapan pemkab. KPU mengajukan anggaran Rp 29 miliar untuk Pilkada 2021.

“Kami juga menunggu munculnya peraturan PKPU,” ungkapnya. (gun/zam/zl)