Herman Hadi Basuki menjadi ‘artis dadakan’. Sosok polisi berpangkat brigadir kepala (bripka) di Polres Purworejo itu semakin terkenal berkat aksi kocaknya dalam video-video Youtube. Selain menghibur, video itu mengedukasi masyarakat.

BUDI AGUNG, Purworejo

SEHARI-hari Bripka Herman, begitu dia biasa disapa, bertugas di Subbag Humas, Polres Purworejo. Sudah sepantasnya dia sering bertemu masyarakat. Tak jarang dia terjun lapangan untuk menyapa warga.

Kini kesibukannya bertambah. Membuatnya tak lagi bisa bersantai di kala senggang. Terutama saat tidak sedang bertugas di kantor. Wajahnya sudah amat dikenal. Sebagai artis Youtube, Herman pun kerap diminta berfoto bersama dengan orang-orang yang dijumpainya.

Nama Herman memang ‘meledak’ belakangan ini. Bahkan bukan hanya di wilayah Purworejo. Aksi kocaknya lewat video Youtube mampu mengundang perhatian banyak pihak. Followers-nya di Instagram pun meroket. Demikian pula subscribers kanal Youtube-nya.

Dalam setiap penampilannya, Herman yang berperan sebagai Pak Bhabin selalu mengocok perut penikmat Youtube. Dengan keluguannya. Didampingi kendaraan andalannya, ‘Si Denok,’ membuat semua orang terus menunggu kehadiran video-video karya suami Weni Kusuma itu.

Meski popularitasnya terus menanjak, sosok yang berulang tahun tiap 1 September ini tetaplah sosok bersahabat. Dia tidak segan menyapa siapa pun yang dikenalnya. Demikian pula para penggemar videonya yang tak dia kenal.

“Pernah suatu waktu saat jalan-jalan di Jogjakarta, tiba-tiba ada yang mengajak foto. Saya tidak menyangka kok bisa seperti ini,” tutur pria kelahiran 1983 ini, Senin (10/6).

Membuat video Youtube bukanlah kesengajaan. Alias tanpa rencana atau program khusus. Tugas di Subbag Humas, Polres Purworejo, menuntut bapak dua anak itu harus bisa menyajikan informasi secara tepat kepada masyarakat. Bukan hanya lewat ceramah atau pengumuman tertulis. Tapi harus mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya lewat media sosial yang memang tengah naik daun.

Herman lantas berusaha meningkatkan kemampuannya di bidang yang relatif baru itu. Secara otodidak. Dia belajar membuat video. Meski dia sempat tak berpikiran akan bisa membuat video dengan konten menarik di balik tugas-tugasnya. “Sebelum di humas saya bertugas di samsat. Ya tidak banyak bersentuhan dengan dunia yang ada saat ini,” kenangnya.

Herman belajar dari internet. Baik soal pembuatan video, hingga mengunggahnya di media sosial. Alatnya memang terbatas. Tapi dia tak patah arang. Terus mencoba.

Dia bukanlah petugas Bhabinkamtibmas. Karena itu dia berupaya mencari sosok yang pas untuk pemeran utama dalam video-videonya. Tapi tak satu pun dia temukan ‘artis’ yang pas. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk memerankan sendiri sosok Pak Bhabin. “Dibandingkan yang lain, sosok Bhabinkamtibmas memang yang paling dekat dengan masyarakat,” kata ayah dari Elfian Rara Baskara dan Raisya Calista ini.

Benar saja, respons masyarakat bisa dibilang luar biasa. Tidak lama setelah video perdananya muncul di Youtube. Herman pun makin bersemangat memproduksi video-video lain. Lewat video itu pula Herman menyisipkan pesan-pesan kepada masyarakat. Untuk mendukung produksinya, Herman lantas menggandeng Briptu Nurman Widiatmoko, rekan kerjanya di Subbag Humas, Polres Purworejo.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun pernah mewarnai salah satu video Youtubei koleksi Herman.

“Saya senang video yang saya buat bisa diterima masyarakat. Ini akan memudahkan saya sebagai polisi untuk menyampaikan banyak nilai positif kepada masyarakat,” tutur Herman.

Berkat video-video Youtube karyanya, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Manungsong mengganjar Herman dengan penghargaan sebagai polisi berprestasi akhir Mei lalu.(yog/by)