JOGJA – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan (DPMP) Kota Jogja Nurwidihartana menjadi salah satu ASN di Pemkot Jogja yang absen pada hari pertama masuk kerja, Kamis (6/10). Saat Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja melakukan pemantauan pada pelayanan masyarakat di DPMP, Nurwidi tak berada di kantornya.

“Kata salah satu staf, (Nurwidi) sedang ada acara keluarga di Wonosobo,” kata Koordinator Forpi Kota Jogja Baharudin Kamba. Hal itu dikuatkan pengakuan Sekretaris DPMP Kota Jogja Christy Dewayani, yang juga mengatakan Nurwidi izin karena alasan keluarga.

Kamba sendiri mencatat, absennya mantan Kepala Satpol PP Kota Jogja itu merupakan yang kedua kalinya. Pada saat pemantauan pelayanan hari pertama masuk kerja Ramadan lalu, Nurwidi juga tidak ditemui di kantornya. “Mungkin Pak Nurwidi sudah izin langsung ke Wali Kota,” kata Kamba.

Selain pelayanan di DPMP, Forpi Kota Jogja juga melakukan pemantauan pelayanan masyarakat di kantor Dinas Kepududukan dan Pencatatan Sipil (Disducapil) Kota Jogja. Antrean masyarakat sudah cukup ramai. Terlihat beberapa warga yang antre dibeberapa loket guna mengurus Kartu Keluarga maupun Kartu Tanda Penduduk.

Kepala Disdukcapil Kota Jogja Sisruwadi mengatakan, untuk layanan sudah kembali normal seperti biasa buka 07.30 sampai 15.30. Seluruh stafnya masuk semua. Tidak ada yang membolos. Menurut dia, libur selama sembilan hari sudah dirasa cukup. Jadi tidak ada lagi tambahan cuti.

“Semua personel sudah kami posisikan di tempat masing-masing untuk memberikan pelayanan. Jadi tidak tidak ada toleransi untuk semua personil terhadap tambahan libur dan sebagainya, Tidak ada yang izin kecuali sakit dan mondok di rumah sakit baru diizinkan” tambahnya.

Anggota Forpi, Umi Hidayati mengatakan, dari pantaun kami bahwa untuk kedatangan atau kehadiran memang sekarang menggunakan fingerprint. Tapi dia menilai tidak ada salahnya kemudian diimbangi dengan bukti fisik.

“Karena fingerprint itu kan bisa di print out tetapi dengan adanya bukti fisik bisa melihat siapa yang hadir siapa yang belum kemudian tinggal di cross check lagi,” tuturnya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti sendiri mengaku belum tahu berapa pegawainya yang absen di hari pertama masuk kerja setelah Lebaran itu. Tapi dia mengatakan untuk yang tidak masuk kerja itu macam-macam sebabnya. Ada yang karena kesehatan atau karena macet yang sudah izin sejak awal. “Saya minta bahwa kepala OPD untuk mengecek anak buahnya. Selalu saya ingatkan sing dieling-eling ojo priene thok. Mulai kapan tapi masuknya juga  harus diingat biar seimbang,” pesannya. (cr8/pra/fj)