JOGJA – Ribuan orang memadati halaman dan Bangsal Kepatihan senin (10/6). Inilah momen paling ditunggu warga DIJ. Pun para wisatawan yang kebetulan atau sengaja berkunjung di Jogjakarta kemarin. Untuk bertemu langsung dan bersalaman dengan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X dan Wakil Gubernur Paku Alam (PA) X.

Darini menjadi salah seorang yang beruntung. Bisa bertatap muka dengan raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu menjadi momentum yang sangat langka bagi pedagang tempe berusia 70 tahun itu. Dia datang di Kepatihan bersama rombongan dari Kampung Sumberagung, Jetis, Bantul. Sejak pukul 07.00 Darini sudah mengantre. Tahun ini merupakan ketiga kalinya dia berjabat tangan dengan gubernur.

Sebelum berangkat ke Kepatihan Darini menyiapkan segalanya secara prima. Baju yang dikenakannya pun dipersiapkan secara khusus.

Kebaya merah dan jarik batik yang membalut tubuh Darini bukanlah baju baru. Pun hijab yang menutup kepalanya. Dia mengaku telah mengenakan baju yang sama pada Lebaran tahun lalu. Di acara yang sama. Namun, itulah baju terbaik yang dimiliki Darini. Dibanding kebaya lain miliknya.

“Saya sengaja pilih baju yang paling bagus untuk bertemu Pak Sultan,” katanya kepada Radar Jogja. Sosok yang dimaksud Darini tak lain Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang juga gubernur DIJ tersebut.

Darini tampak berjalan membungkuk di atas karpet merah Bangsal Kepatihan. Tanpa alas kaki. Itu sebagai wujud penghormatan. Dia sangat senang bisa berjabat tangan dengan HB X pada Lebaran tahun ini. “Saya minta maaf dan minta berkah doa pangestu. Saya tidak dengar (HB X, Red) pesan apa. Yang saya dengar hanya bilang, ‘ngati-ngati yo mbah,’ begitu,” cerita Darini.

Dalam acara open house halalbihalal kemarin HB X didampingi istri, GKR Hemas. Demikian pula Wagub DIJ PA X didampingi GKRBAy Paku Alam.

Acara tersebut menjadi agenda rutin yang diselenggarakan Pemprov DIJ. Untuk mempertemukan para pimpinan pemerintahan dengan warganya.

Kabag Humas, Biro Umum Humas dan Protokoler, Setprov DIJ Ditya Nanario Aji mengatakan, jumlah warga yang hadir di acara syawalan kali ini jauh melampaui target. Dia memperkirakan jumlah warga hadir tak kurang lima ribu orang. Sedangkan targetnya empat ribu. “Untung kami sudah siapkan tambahan menunya,” ujar Ditya.

Tak pelak, hidangan seperti soto ayam, nasi liwet, mie rebus/goreng, aneka jenang, serta minuman teh dan air mineral ludes disantap hadirin.

Berbeda dengan acara serupa tahun lalu, kali ini panitia menyediakan tempat penitipan tas. Itu demi kenyamanan masyarakat. “Tahun lalu ada keluhan pengunjung yang kehilangan. Makanya tahun ini kami sediakan tempat penitipan tas,” ucapnya.

Saat bersalaman dengan gubernur dan Wagub DIJ pun didahulukan bagi warga umum. Aparatur sipil negara di lingkungan pemprov DIJ belakangan. Selain itu ada perlakuan khusus bagi warga berusia sepuh, penyandang disabilitas, dan ibu-ibu yang membawa anak. Mereka lebih diutamakan bersalaman dengan HB X dan PA X lebih dulu.

Perlakuan khusus itu sangat dirasakan Ujang Kamaludin. Guru penyandang tunanetra itu merasa disambut panitia cukup istimewa. “Saya diarahkan, dituntun, dikasih tahu di sini ada tangga. Menurut saya ini jadi hal sangat positif,” katanya.

Ujang juga mengaku sangat berkesan setelah bersalaman dengan HB X. Apalagi dia termasuk yang didahulukan dalam antrean. “Saya jadi merasa lebih dekat dengan sang raja. Karena sudah berjabat tangan meminta maaf,” ungkapnya.(cr15/yog/by).