BANTUL – Ombdusman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ melakukan klarifikasi langsung ke Puskemas Pundong. Ini  menyusul postingan salah satu member di grup sosial media dugaan penolakan pasien di puskemas itu. Postingan ini yang kemudian mengundang perhatian  publik.

Dari hasil kunjungan ini, Ketua ORI Perwakilan DIJ Budi Masturi menyampaiakan, kasus tersebut sudah selesai dan pihak Puskesmas telah memberikan pelayanan. “Kami mendapat informasi dari kanal WA Ombdusman, ada laporan puskesmas belum bisa memberikan pelayanan. Lalu kemudian dituliskan di sosial media,” katanya.

Budi lalu menjelaskan, ternyata ada pasien yang datang pada pukul 05.00 pagi. Pada saat itu dokter belum datang, kemudian diminta untuk menunggu. “Sebenarnya tidak ada penolakan, namun karena mungkin terlalu lama kemudian keburu pulang dan menuliskan keluhannya di medsos,” ujar Budi usai meninjau ke Puskesmas Pundong, Senin (10/6).

Meski kasus antara kedua pihak dapat dibilang selesai, Budi mengatakan tetap memberikan catatan kepada puskesmas. Yakni perihal optimalisasi pemberian pelayanan kepada pasien. Dikatakan, apabila dokter belum dapat hadir setidaknya bidan bisa memberikan pelayanan terlebih dahulu. Hal itu agar masyarakat bisa tetap merasa terlayani pihak puskesmas.

“Kami menyarankan agar puskesmas membangun dan meningkatkan sense pelayanan. Artinya dalam level tertentu yang bisa dilayani dahulu oleh bidan, ya harus dilayani tanpa harus menunggu dokter. Sehingga pasien tetap merasa terlayani, dan dari penjelasan kepala puskesmas, kami tidak menemukan penolakan,” katanya.

Sementara itu terkait kasus ini, Kepala Puskesmas Pundong Jaka Hardalaksana mengatakan, pihaknya sudah memberikan pelayanan kepada pasien. Namun setelah dokter yang bersangkutan datang pada pukul 09.00.

Pasien bernama Marsinah ini merupakan pasien yang bertempat tinggal di Seloharjo dan sedang dalam masa persalinan. Marsinah sendiri juga merupakan pasien yang rutin melakukan pemeriksaan di puskesmas tersebut.

Jaka menegaskan tidak melakukan penolakan. Dia mengaku saat itu bidan juga telah menyarankan untuk menunggu dokter.

“Jadi tidak ada penolakan. Kami menyarankan bisa ditunggu, dan pasien itu sekitar pukul 09.00 sudah ke sini lagi. Pelayanan pun kami lakukan,” ujarnya. (cr5/laz/zl)