GUNUNGKIDUL – Petani tadah hujan di Gunungkidul resah. Mereka gagal panen. Karena lahan pertanian jenis padi kering kerontang akibat musim kemarau.

Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, dari 18 kecamatan, 10 kecamatan di antaranya terancam puso. Bahkan petani di sejumlah lokasi dipastikan tidak bisa panen padi.

Sepuluh kecamatan terancam puso, Semin (75 hektare), Patuk (194 hektare), Karangmojo (10 hektare), Ngawen (35 hektare), dan Girisubo (6 hektare). Sedangkan Wonosari (2 hektare), Playen (12 hektare), Ponjong (32 hektare), Nglipar (8 hektare) dan Gedangsari (25 hektare).

“Jika dipresentase secara keseluruhan, potensi gagal panen kurang dari 1 persen dari total lahan tadah hujan seluas 38.628 hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnubroto (12/6).

Dikatakan, potensi puso kali ini di luar prediksi. Karena musim kemarau maju di luar perhitungan. Musim hujan mundur, kemudian pada masam tanam kedua, datang kemarau atau maju di bulan April, sehingga kekurangan air.

“Hujan sudah berhenti. Sekalipun masih ada potensi sumber air, namun mulai menyusut. Meski sudah tidak ada hujan, bukan berarti tanah bero atau nganggur,” ungkap Bambang.

Petani kemudian beralih dari menanam padi ke palawija. ‘’Seperti ketela dan jagung,” terang Bambang.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, untuk menekan potensi gagal panen ada Program Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP). “Syaratnya, petani harus menjadi anggota asuransi. Pengusulan keanggotaan dilakukan maksimal tanggal 10 pada awal musim tanam melalui pendamping,’’ kata Raharjo.

Petani yang ikut AUTP, jika mengalami gagal panen, karena bencana alam atau serangan hama, akan mendapatkan kompensasi Rp 6,5 juta per hektare. Petani membayar Rp 36 ribu, sisa dari total premi sebesar Rp 138 ribu disubsidi pemerintah.

“Minimal satu hektare pengajuan. Itu juga bisa melibatkan kelompok tani. Target kepesertaan program AUTP tahun ini luas lahan 500 bidang,” ujar Raharjo. (gun/iwa/er)