BANTUL – Pada musim libur Lebaran ini, kawasan objek wisata Bukit Bintang banyak dikunjungi wisatawan. Lokasi ini menawarkan pemandangan indah dari ketinggian. Lokasi ini menjadi spot favorit untuk berfoto sekaligus beristirahat. Kawasan ini juga diramaikan dengan banyak warung makanan.

Namun setelah usai musim liburan, lokasi wisata yang berada di kecamatan Piyungan ini dikeluhkan masyarakat. Penyebabnya, adalah karena timbulnya bau tak sedap dari bawah warung-warung makanan tersebut.”Bau sampah yang menyengat dari bawah,’’ kata  Rasyid,22 wisatawan dari Jawa Barat, kemarin (12/6).

Rasyid mengatakan, bau tak sedap ini memang cukup menganggu. Terlebih lagi, Bukit Bintang merupakan sebuah tempat makan. Selain bau tak sedap pemandangan di bawah warung juga kumuh.  “Sangat menganggu. Masak lagi makan suruh lihat sampah. Ditambah baunya juga menyengat. Sayang saja tempat sebagus ini,” katanya.

Dari pantaun Radar Jogja, sampah yang ada dibawah kawasan Bukit Bintang memang cukup banyak dan hampir merata di bagian bawah setiap warung. Sampah ini didominasi kantong plastik, sisa makanan, bonggol jagung serta pembungkus mi instan.

Salah seorang pedagang mengakui sampah-sampah ini memang berasal dari warung-warung di sepanjang Bukit Bintang. Dia menceritakan kalau para pekerja atau pemilik warung memang membuang sampah langsung ke bawah jurang. Wanita paruh baya ini sadar kalau perilaku para pedagang membuang sampah dari atas warung-warung makanan ini memang hal salah.

Menurut dia, pihak pengelola di lokasi ini juga dirasa belum menyedikan fasilitas pembuangan sampah yang memadai. Hal tersebut sebagai penyebab para pemilik warung masih membuang sampah secara sembarangan. “Kalau saya pengennya ada tong sampah, biar gampang buangnya. Namun saya di sini juga masih baru, baru enam bulan saya jualan,’’ ujarnya.

Sekertaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamaris mengaku, kalau dia belum mengetahui secara persis tentang adanya sampah di Bukit Bintang. Namun dia memastikan akan berkoordinasi dengan DLH atau Satpol PP terkait hal ini,” ucapnya usai menghadiri acara syawalan di Kantor DPRD Selasa (12/6).

Mengenai wacana penataan kawasan Bukit Bintang di tahun ini, Helmi mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan tahapan pendataan. Pada proses pendataan dia melibatkan Satpol PP. Seperti diketahui kawasan Bukit Bintang merupakan zona merah yang berbahaya untuk didirikan bangunan. Helmi juga mengaku belum menentukan target kapan pelaksanaan penataan kawasan tersebut. “Dengan harapan (pendataan ini), posisi atau kondisi yang sudah ada sekarang ini tidak lagi berkembang bangunan baru yang berbahaya bagi pengguna,’’ ujarnya. (cr5/din/er)