BANTUL – Sekalipun Kota Jogja bertindak sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ-2019, beberapa cabang olahraga tetap menggunakan venue di Sleman dan Bantul.  Ketua Panitia Porda DIJ-2019 Rumpis Agus Sudarko menjelaskan, Kota Jogja tidak memiliki semua tempat yang representatif untuk menggelar pertandingan dan perlombaan.

Ada dua cabang olahraga yang dilaksanakan di wilayah Sleman. Yakni sepeda gunung yang akan digelar di di Bukit Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman. Sedangkan golf akan dilaksanakan di Merapi Golf, Cangkringan, Giriharjo, Sleman.”Ada dua cabang olahraga yang dilaksanakan di wilayah Bantul. Balap sepeda akan dilaksanakan di Jalan Jalur Lintas Selatan. Lalu berkuda akan dihelat di Pacuan Kuda Stadion Sultan Agung (SSA),’’ jelasnya.

Beberapa venue masih memerlukan pembenahan. Salah satunya pacuan kuda SSA yang masih memerlukan perataan pasir agar dapat digunakan dengan baik. Selain itu, Aula SMKN 4 Jogja yang akan digunakan cabor anggar membutuhkan kain penutup jendela agar tidak silau.

Selain itu, Sporthall Kridosono masih perlu menambah AC dan penutup ventilasi. Untuk Lapangan Voli Pantai Mandala Krida perlu jaring pembatas antar-lapangan agar bola tidak menyeberang ke lapangan lain. Ada pula Lapangan Kenari yang akan digunakan untuk gateball memerlukan perataan lapangan. “Untuk lapangan Tembak Pakualaman rekomendasinya memerlukan renovasi. Khususnya untuk nomor jarak 10 m. Kalau AA YKPN, perlu pengecekan kelistrikan, ” jelasnya.

Sedangkan untuk venue yang sudah siap untuk digunakan di antaranya, Kolam Renang AAU, Lapangan Kopertis, Lintasan Atletik Stadion Mandala Krida,  Rama Billiard, Wana Bhaktiyasa, Lapangan Minggiran, Sasono Hinggil, dan Lapangan Tenis  UGM. Sementara untuk venue yang rekomendasinya belum bisa digunakan sementara ini hanya ada satu yakni lapangan di Stadion Mandala Krida. “Rumputnya belum tumbuh maksimal,” jelasnya. (cr10/din/er)