SLEMAN – Sementara itu, beroperasinya YIA belum diimbangi layanan transportasi yang murah dan memadai di Bantul. Belum tersedia angkutan umum masal yang tarifnya terjangkau menuju YIA.

Para calon penumpang pesawat dari Bantul ke YIA harus berupaya sendiri untuk menuju ke Temon, Kulonprogo. Warga memanfaatkan transportasi online menuju YIA.

‘’Saya rasa perlu ada angkutan umum ke YIA. Tidak semua masyarakat punya kendaraan pribadi,” kata warga Desa Bantul, Hayati, 39 tahun.

Hayati mengatakan, dibandingkan Adisutjipto, jarak tempuh dari Bantul ke YIA lebih dekat. Bisa ditempuh sekitar 30 menit dengan sepeda motor. Kalau ke Adisutjipto 40 menit. Jalan menuju YIA juga lebih lengang.

”Saya berharap Pemkab Bantul mencarikan solusi transportasi murah ke YIA. Angkutan umum masih dibutuhkan. Paling tidak ada bus ke YIA,” kata Hayati, kamis (13/6).

Ketua Koperasi Sapta Panunggal, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bantul, Ngatijan mengatakan, pengoperasian angkutan umum masih di jalur lama. Dari Terminal Giwangan menuju Bantul. Belum ada jalur baru. Terkait YIA, belum ada imbauan Pemkab Bantul.

”Banyak armada yang sudah tidak beroperasi. Namun, kami harus menangkap peluang ini (jalur ke YIA),” ungkap Ngatijan, Senin (10/6).

Dia berharap, angkutan umum memberi pelayanan murah kepada masyarakat. Pemkab dan Dinas Perhubungan Bantul diminta membuka rute baru ke YIA.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan, Pemkab belum menyiapkan transportasi ke YIA. Baik angkutan wisata ataupun rute. Baru dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). (cr6/iwa/fj)