SLEMAN – Beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA) tidak serta merta membuat calon penumpang paham. Dari mana mereka akan berangkat. Apakah dari Adisutjipto, atau YIA.

Kekurangpahaman calon penumpang tersebut disebabkan belum bisa membedakan kode bandara. Bandara Adisutjipto berkode JOG, sedangkan Yogyakarta International Airport berkode YIA.

General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat arus balik Lebaran. Ada lima penumpang yang datang ke Adisutjipto. Padahal mereka seharusnya berangkat dari YIA,

“Harusnya mereka berangkat dari YIA. tapi justru datang ke Adisutjipto,” kata Agus Pandu (13/6).

Dia menduga kejadian itu disebabkan karena calon penumpang masih bingung membedakan kode bandara. “Sebetulnya kami sudah melakukan sosialisasi. Kalau di bandara di Kulonprogo kodenya YIA, kalau di Adisutjipto kodenya JOG,” jelas Agus Pandu.

Lima orang penumpang yang salah bandara tersebut harus mengejar jadwal penerbangan di YIA. Namun, karena jarak antara Adisutjipto dengan YIA jauh, mereka mengalami keterlambatan.

“Waktu tidak keburu menempuh jarak dari Adisutjipto ke YIA sekitar 45 menit dengan kereta. Tapi sudah kami antisipasi untuk diberi penggantian,” kata Agus Pandu.

Dia mengklaim jika YIA mulai diminati masyarakat. Sebab, jumlah penerbangan di YIA sehari bisa mencapai sembilan flight dan hampir semua seat penuh.

“Dan catchment area bertambah. Bukan hanya dari Jogja. Sampai Cilacap dan Wonosobo. Prediksinya, YIA sangat diminati,” ungkap Agus.

Sementara itu, General Manager Airnav Bandara Internasional Adisutjipto, Nono Sunarhadi mengatakan, dari 5 Juni, laporan dari pilot, ada 24 balon udara liar. Pihaknya kesulitan melacak asal balon liar tersebut diterbangkan.

“Yang liar ini, begitu lepas kan agak sulit mencari asalnya. Seperti yang di Mlati, sampai sekarang belum tahu asalnya. Karena arah angin tidak jelas dan berubah-ubah,” jelas Nono.

Adanya balon udara liar itu, kata Nono, membahayakan penerbangan. Apalagi jika balon masuk ke mesin pesawat bisa membuat mesin pesawat mati. Pesawat kehilangan ketinggian dan terjadi kecelakaan.

“Bagi penerbang balon liar (jika ketahuan) akan dikenai sanksi kurungan dua tahun,” tegas Nono.

Sementara itu, posko angkutan Lebaran di Bandara Adisutjipto dan YIA resmi ditutup, Kamis. Didirikan selama 16 hari. (har/iwa/fj)