JOGJA – Meskipun kompetisi Liga 2 Indonesia segera bergulir, manajemen PSIM Jogja masih menyimpan rapat desain jersey yang akan digunakan. Manajemen tim berjuluk Laskar Mataram itu baru akan memperkenalkan jersey yang digunakan berdekatan dengan laga kick off.

Chief Excecutife Officer (CEO) PT PSIM Jaya Bambang Susanto memaparkan jersey utama Laskar Mataram yang akan digunakan pada laga kandang tetap akan identik dengan warna biru dan batik parang. “Simbol yang berkaitan dengan Jogja tetap akan ada di jersey musim ini,” kata Bambang, kamis (13/6).

Berbeda dengan musim-musim sebelumnya. Mulai musim ini, manajemen Laskar Mataram tak lagi menyerahkan apparel pada pihak vendor. Manajemen lebih memilih memproduksi jerseynya secara mandiri.

Hal itu bukan tanpa alasan. Berkaca pada musim-musim sebelumnya, kerap kali, dalam perjalanannya kerja sama kedua pihak menuai masalah. Bahkan pada musim lalu, ratusan pandemen Laskar Mataram harus kecewa karena tidak mendapatkan jersey yang telah dipesan.

Ketika itu, manajemen kelme selaku selaku penyedia apparel tidak mampu memenuhi hak konsumen. “Kalau ada yang mau bekerjasama dengan nilai kontrak yang sesuai kami siap saja. Namun untuk saat ini kami memilih memroduksi sendiri,” kata pria asal Semarang itu.

Selain itu, manajemen tetap akan memikirkan estetika jersey yang diluncurkan. Jangan sampai jersey PSIM nantinya bak papan iklan berjalan karena banyaknya logo iklan seperti yang ada pada Bali United dan Persib Bandung. “Jerseynya yang enak dilihat, ya. Jadi tidak terlalu numpuk iklan,” katanya.

Perihal harga, dia meyakini bahwa jersey yang dijual nantinya cukup terjangkau oleh masyarakat. Namun, dia belum bisa menetapkan harga pastinya. Karena masih disusaikan dengan ongkos produksi. Sebagai gambaran saja, PSIM Jogja telah mengeluarkan jersey pre season dengan kisaran harga Rp 200 ribuan.

Sementara itu, dalam waktu dekat skuad PSIM Jogja akan segera diperkenalkan ke publik. Launching skuad PSIM sendiri akan dilakukan setelah kegiatan rutin Laskar Mataram melakukan ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri.

Sekretaris Umum PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa menyebut kegiatan ziarah akan dilakukan Minggu pagi (16/6). Sedangkan untuk launching tim pihaknya masih mencari waktu yang tepat. “Masih kami rapatkan. Karena ini berkaitan dengan konsep peluncuran tim seperti apa,” jelasnya. (bhn/din/er)