JOGJA – Antrean di Satpas SIM Satlantas Polresta Jogja Kamis (13/6) tidak seperti biasanya. Cukup panjang. Setidaknya ada 250 pemilik kendaraan yang mengajukan permohonan perpanjangan masa berlaku SIM. Padahal, biasanya hanya sekitar 150 pemohon per hari.

Kasatlantas Polresta Jogja Kompol Dwi Prasetyo mengungkapkan, mereka adalah pengendara yang memanfaatkan dispensasi perpanjangan SIM. Menyusul cuti Lebaran.

”Sesuai dengan surat telegram Kapolri per tanggal 21 Mei, dispensasi perpanjangan SIM berlaku bagi pemohon yang masa berlakuknya habis dari 30 Mei hingga 9 Juni,” jelas Dwi di Mapolresta Jogja Kamis.

Meski telat, perwira menengah satu melati ini menjamin tidak ada denda. Selama masa berlaku SIM habis pada rentang 30 Mei hingga 9 Juni. Namun, bagi SIM yang masa berlakunya habis sebelum 30 Mei dikenakan aturan ketat. Pemohon wajib memohom SIM dari tahapan baru.

Terkait kapasitas, kata Dwi, seluruhnya terlayani dengan optimal. Diawali dengan sesi foto, berlanjut dengan ujian teori dan berakhir dengan ujian praktik.

“Bawa SIM yang lama, lalu identitas diri dan surat kesehatan sebagai syaratnya. Semua akan kami layani hingga tutup nomor pendaftaraan,” katanya.

Guna menghindari penumpukan, Satlantas juga menyediakan bus SIM keliling. Setidaknya ada dua lokasi untuk jenis pelayanan ini. Bus pertama berada di Wisma LPP jalan Urip Sumoharjo. Untuk bus kedua berada di seputaran alun-alun Sewandanan Puro Pakualaman.

”Untuk layanan keliling ada 60 pemohon per harinya. Biasanya 30,” sebutnya.

Tentang ketersediaan blangko SIM, Dwi memastikan aman. Pemohon akan langsung mendapatkan SIM baru. Untuk itu, dia meminta pemohon mencatat jadwal pelayanan. Antrean tetap dilayani hingga batas waktu akhir pengambilan nomor antrean.

Monggo, bisa di Satpas, SIM corner, atau pelayanan SIM keliling. Untuk yang keliling jadwalnya bisa dipantau melalui media sosial kami. Akan selalu kami update infonya,” ujarnya.

Wulandari, 32, seorang warga Ngamppilanb, Kota Jogja mengaku terbantu dengan dispensasi perpanjangan. Ini karena dia baru sampai di Jogjakarta pada 4 Juni. Sementara masa berlaku SIM C miliknya habis per 3 Juni.

“Baru dapat tiketnya tanggal segitu. Sempat khawatir juga kalau bikin (SIM) baru. Tapi dikabari keluarga katanya ada dispensasi, ya sekalian saja urus perpanjangan,” katanya.

Berbeda dengan Ara Untara, 32. Pria asal Klitren Lor ini justru membuat SIM A baru. Datang pukul 08.00 dia mendapatkan nomor antrean 128. Waktu menunjukan pukul 10.00, pelayanan SIM baru memasuki nomor 65.

“Tidak masalah antrenya, apalagi memang ada waktu dispensasi. Jadi mungkin fokusnya di yang perpanjangan dulu, terutama yang terhalang waktu cuti Kamis,” ujarnya. (dwi/zam/er/