JOGJA – Tim Puslatda Panjat Tebing DIJ memiliki kesempatan yang berharga sebaga persiapan menuju  PON XX Papua 2020. Mereka bisa berlatih bersama, bahkan melakukan sparing dengan atlet-atlet timnas yang saat ini menggelar Pelatnas di Jogjakarta. Pelatnas panjat tebing digelar di Kompleks Stadion Mandala Krida.

Pengalaman itu tentu sangat berguna bagi para atlet DIJ yang kebanyakan masih berusia sangat muda. Seperti yang diungkapkan oleh Ismu Nugroho, salah satu andalan DIJ untuk ajang Pra-PON nanti.”Kami bisa belajar banyak dari mereka. Semoga saja ada dari kami yang bisa menjadi masuk pelatnas suatu saat nanti,” ujar Ismu.

Ya, Sejak Februari yang lalu, tim pelatnas panjat tebing terus meningkatkan kualitas. Target mereka adalah bisa lolos ke babak utama Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Pelatnas diikuti 10 atlet. Dengan rincian lima atlet putra dan lima atlet putri. Mereka adalah Aries Susanti Rahayu, Aspar Jaelolo, Alfian M Fajri, Nurul Iqamah, Agustina Sari, Salsabillah, Chairul Ummi, Fathur Roji, Temi Teli Lasa, dan Rivaldi Ode Wijaya.

kamis (13/6) Radar Jogja berkesempatan untuk menengok latihan yang dilakukan Aries Susanti dan kolega. Pada latihan tersebut tampak mereka tengah melahap beragam menu latihan fisik yang diberikan oleh tim pelatih. “Setiap Senin dan Kamis kami punya menu latihan fisik. Itu terbagi dalam empat sesi dari pagi sampai malam,” kata Hendra Basir selaku salah satu pelatih.

Namun, sebelum bisa berlaga di Tokyo tahun depan, mereka harus mengikuti tiga babak kualifikasi terlebih dahulu. Terdekat, babak kualifikasi akan berlangsung Agustus mendatang. Mengenai target, Hendra cukup optimtistis Indonesia bisa mengirimkan dua atlet putra dan dua atlet putrid. “Kami sudah lihat siapa-siapa yang portensial,’’ jelasnya.(cr12/din/er)