PURWOREJO – Batas akhir pendaftaran calon pendagang untuk menempati los dan kios di Pasar Baledono pada 11 Juni 2019, ternyata belum memenuhi harapan. Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Din KUKMP) Purworejo akhirnya memperpanjang hingga 25 Juni nanti.

Pendaftaran ini diperuntukkan bagi pedagang baru atau yang sebelumnya tidak memiliki hak menempati pasar. Pengisian ini dimaksudkan karena sampai batas waktu yang ditentukan, pedagang lama tidak mengurus atau mendaftar untuk menempati.

“Terhadap pedagang lama kami sudah memberikan peringatan I, II dan III hingga Desember 2018. Dari jumlah yang ada, ternyata ada 117 los maupun kios yang tidak ditempati,”  ungkap Kepala Dinas KUKMP Purworejo Gandi Budi Supriyanto kemarin (14/6).

Sebagai upaya untuk meramaikan pasar dan dipastikan pedagang lama tidak ingin menempati, pihaknya pun membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk mendapatkan los atau kios. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, misalnya merupakan penduduk asli Purworejo. “Kami berikan batas waktu pendaftaran itu sampai 11 Juni. Tapi ternyata tidak memenuhi harapan dan akhirnya kita perpanjang hingga 25 Juni nanti,” imbuh Gandi.

Dari data yang ada, Gandi menyebut masih ada 22 los yang belum ada peminatnya. Selain itu, 44 los yang sudah ada peminatnya juga tetap terbuka bagi pendaftar agar tidak hanya ada satu peminat sehingga nantinya bisa diundi.

“Sampai batas waktu, pedagang lama untuk bisa masuk akhir tahun lalu ada 117 los ataupun kios di mana ada 12 yang masih ada kaitan dengan bank. Tapi dalam perjalanannya ada yang mendaftar. Sampai saat ini ada 66 kios yang tidak berpemilik. Dari pendaftaran yang kita buka, ada 44 orang pendaftar atau masih menyisakan 22 los dan kios,” jelas Gandi.

Gandi menambahkan, jika hingga batas akhir 25 Juni ternyata masing-masing los tetap hanya ada satu pendaftar, maka akan dilakukan penempatan pedagang baru yang mendaftar itu tanpa pengundian. Hal ini dilakukan karena pihaknya juga ditarget untuk menambah pendapatan dari retribusi. “Karena kami ditarget untuk menambah pendapatan retribusi, ya kami harus memasukkan pedagang agar pendapatan kita naik, juga untuk meramaikan Pasar Baledono,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Sri Suhartini mengatakan, masyarakat yang ingin mendaftarkan untuk menempati los dan kios tidak perlu khawatir akan kabar yang mengatakan sepinya Pasar Baledono. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk meramaikan. Dicontohkan, Samsat serta Disdukcapil bisa membuka pelayanan di Pasar Baledono. Selain itu bisa juga diselenggarakan kegiatan keramaian seperti musik atau lomba menggambar mewarnai bagi anak-anak. (udi/laz/er)