SLEMAN – Pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) 2019 semakin dekat. Rencananya, kelompok terbang (kloter) pertama diberangkatkan awal Juli 2019. Untuk Sleman, terbagi empat kloter, 24, 25, 26, dan 27.

Berbagai persiapan sudah dilakukan. Mulai pembekalan dan latihan manasik haji. Kementerian Agama (Kemenag) Sleman mengingatkan CJH terkait cuaca terik di tanah suci. Diprediksi 35 derajat celcius hingga 40 derajat celsius.

“Informasinya, cuaca akan sangat panas. Sehingga kekhawatiran kami adalah dehidrasi dialami CJH,” kata Kepala Kemenag Sleman, Sa’ban Nuroni (16/6).

Dehidrasi bisa menimbulkan masalah. Penguapan air dari tubuh memang tidak terlihat. Dan tidak mengeluarkan keringat. Sehingga jamaah kerap kurang waspada dan mengabaikan pola minum yang baik.

Oleh karenanya, pihaknya mengimbau CJH sering minum untuk menghindari dehidrasi. Selain itu, dia juga meminta agar mengurangi aktivitas saat siang hari.

“Kecuali jika memang untuk keperluan ibadah, tidak masalah. Tapi, kalau tidak sedang ibadah, jangan sering keluar hotel pada siang hari,” pinta Sa’ban.

Pada 2018, ada tiga orang jamaah haji asal Sleman meninggal dunia. Tahun ini, Sa’ban berharap semua jamaah haji asal Sleman bisa pergi dan kembali dengan selamat. “Untuk tiga jamaah yang meninggal dunia pada 2018 sudah kami beri santunan,” ujar Sa’ban.

Pada 2019, kuota jamaah haji untuk Sleman sebanyak 1.193 orang. Namun, pihaknya masih menunggu tambahan kuota haji setelah pembayaran tahap keempat lunas.

Insha Allah Sleman dapat tambahan kuota. Jumlahnya, sepertinya tidak banyak, tapi kami masih menunggu pelunasan pembayaran tahap keempat dulu,” kata Sa’ban.

Prioritasnya, kata Sa’ban, masih untuk CJH lanjut usia. Dia mencontohkan, seperti pada pembayaran tahap ketiga lalu, ada beberapa CJH lanjut usia. Oleh karenanya, dengan mempertimbangkan faktor usia lanjut, pihaknya memberlakukan pendampingan.

Yaitu dengan menyertakan satu CJH dari pihak keluarga untuk mendampingi. “Kalau sudah usia lanjut, dicari dari keluarga, tapi yang sudah mendapatkan kursi,” kata Sa’ban.

Penyelenggaraan haji 2019 diterapkan sistem kloter berdasarkan kode pos. Artinya, para CJH dikelompokkan berdasarkan kecamatan di mana mereka tinggal. “Jadi per kecamatan,” tandas Sa’ban. (har/iwa/zl)