BANTUL – Bantul memiliki Tourist Information Center (TIC). Berlokasi di kawasan geopark Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Parangtritis, Kretek, Bantul.

TIC sebagai pusat informasi wisata Bantul. Sekaligus rest area bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Diresmikan Bupati Bantul Suharsono, Selasa (18/6).

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, TIC dilengkapi peta wisata, kuliner, penginapan, dan kerajinan. Terdapat toilet, tempat bersantai dan musala.

Kwintarto mengatakan, TIC didirikan di atas tanah kasultanan seluas 3.350 meter persegi. ”Masih ada 16.650 meter persegi yang belum digunakan. Nantinya untuk fasilitas kesehatan dan area suvernir dan kuliner,” kata Kwintarto usai peresmian TIC, Selasa (18/6).

Dispar Bantul menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) sebagai petugas pelayanan TIC. Diharapkan pariwisata di Bantul semakin berkembang.

”Jangan sampai warga hanya sebagai penonton,” tuturnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bantul, Fenty Yusdayati mengatakan, fasilitas internet akan ditambahkan di TIC. ”Kami targetkan 2020 jaringan WiFi sudah terpasang. Kira-kira di delapan titik. Hampir sama seperti di Taman Paseban yang juga delapan titik. Dengan jangkauan masing-masing titik 20 meter,” tutur Fenty.

Suharsono mengatakan, TIC merupakan upaya Pemkab Bantul mengembangkan pariwisata. Pembangunan TIC menelan anggaran Rp 1,7 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Monggo, potensi wisata di masing-masing desa bisa didaftarkan. Agar mudah diakses informasinya. Juga sebagai promosi. Bisa mendatangkan wisman lebih banyak,” kata Suharsono.

Kepala Bidang Destinasi Area II Wilayah Jawa Timur dan DIJ, Kementerian Pariwisata RI, Widayanti Bandiyah mengatakan, TIC tersebut untuk kali kedua didirikan di Area II. Yang pertama di Malang, Jawa Timur.

”Harus selalu ada kegiatan di TIC. Menggandeng komunitas, agar tetap ramai dan menarik pengunjung,” harap Widayanti. (cr6/iwa/fj)