JOGJA – Pengelolaan sampah dan fasilitas penunjangnya seperti drainase masih menjadi persoalan di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul. Problem tersebut diusulkan harus segera dipecahkan.

Itulah sebagian usulan dan masukan  Dewan Sumber Daya Air (SDA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah mengadakan kunjungan ke TPST Piyungan kemarin (20/6).

“Kunjungan lapangan ini dalam rangka memperoleh gambaran secara lengkap tentang permasalahan dan kondisi di TPST Piyungan,” ujar Sekretaris Sekretariat Dewan SDA DIY Tito Asung Kumoro.

Harapan dari kunjungan itu, Dewan SDA DIY bisa menghasilkan upaya sekaligus solusi ke depan demi tercapainya DIY yang bersih, indah, aman, nyaman dan tetap istimewa. Dari catatan Tito, kunjungan ke TPST Piyungan itu menghasilkan delapan usulan dan masukan.

Antara lain Dewan SDA DIY memandang perlu adanya pengelolaan sampah yang lebih baik. Bentuknya dengan pembangunan saluran tertutup /instlasai pipa dari hasil pengelolaan licid. “ Supaya tidak mengganggu warga di sekitar aliran tersebut,” katanya.

Selanjutnya, perlu pembangunan saluran drainase permanen guna mengalirkan air hujan ke Sungai Opak. Perlu dibangun saluran drainase  di dalam maupun di luar TPST Piyungan.

Dewan SDA DIY juga melihat perlu dibuat jalan akses masuk ke dermaga bongkar yang terpisah dari jalan umum dan tambang. Di samping itu, penerangan jalan masuk dan akses ke TPST Piyungan perlu segera direalisasikan. Berikutnya dibangun tanggul pengaman untuk sampah. Akses truk membongkar sampah di dermaga perlu ditingkatkan.

Hal lain tak kalah penting,  hasil pengelolaan air licid secara kasat mata masih di bawah batas mutu. Karena itu, perlu dibuat pembangunan pengelolaan limbah sebelum dibuang ke Sungai Opak.

Dewan SDA DIY mendukung setiap upaya penyadaran publik agar membudayakan membuang sampah di tempatnya dan hidup bersih tanpa sampah. Anggaran penanganan sampah di DIY harus dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah dan pusat. (kus/fj)