Rosa kecil pernah mengalami sakit paru-paru. Salah satu metode penyembuhannya adalah berenang. Ternyata, Rosa justru makin menggandrungi renang dan membawanya meraih prestasi demi prestasi.

HERY KURNIAWAN, Sleman.

Sosok Rosa Palmastuti bukanlah sosok yang asing di dunia kolam renang Tanah Air. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai even baik level nasional maupun internasional dia ikuti.

Beragam prestasi termasuk medali perunggu di ajang SEA Games pun pernah dia dapatkan. Namun, siapa sangka nyeburnya Rosa ke ajang Renang Indah bukanlah sebuah kesengajaan. Dalam ngobrol santai bersama Jawa Pos Radar Jogja di Kolam Renang Depok Sports Center Selasa (25/6), Rosa menceritakan bagaimana awalnya dia bisa ada di olahraga air tersebut. “Jadi dulu waktu umur empat tahun saya sempat sakit paru-paru. Nah dokter menyarankan saya untuk berenang,” kenang wanita yang akrab disapa Ocha tersebut.

Sejak saat itu orang tua Rosa menyadari bakat yang dimiliki oleh anaknya. Dan Rosa mulai tekun berlatih di kolam renang. Namun, sewaktu masih kecil itu, Rosa tak langsung turun di nomor renang indah. Awalnya dia turun di ajang renang biasa.

Di nomor renang itu Rosa sebenarnya cukup berprestasi namun, hanya di level daerah. Saat sudah duduk di bangku SLTA, Rosa mulai tertarik untuk pindah ke renang indah.

Nasib baik terus menaungi Rosa sejak dia memutuskan pindah ke nomor renang indah. Pada 2014 akhir, Rosa terpilih masuk ke tim pelatnas renang indah yang diproyeksikan untuk berlaga di SEA Games Singapura 2015. “Sebenarnya saya cukup telat masuk pelatnas. Saat itu saya masuk saat usia saya sudah 24 tahun,” lanjut Rosa

Setelah berlaga di berbagai ajang level nasional dan internasional, Rosa akhirnya memutuskan pensiun pada tahun lalu. Ajang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Jawa Barat menjadi ajang resmi terakhir Rosa sebagai atlet renang indah.

Setelah pensiun sebagai atlet, Rosa langsung didapuk untuk menjadi pelatih tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) renang indah yang diproyeksikan untuk ajang PON Papua 2020.

Menariknya, ini seperti ajang pulang kampung bagi Rosa. Hal tersebut dikarenakan selama menjadi atlet Rosa justru kerap kali membela daerah lain.

Namun, pengalaman membela daerah lain itu diakui sangat berguna bagi Rosa, terutama saat ia menjadi pelatih tim puslatda renang DIJ saat ini. “Saya kenal banyak pelatih, dan saya belajar banyak hal juga dari mereka yang saya terapkan untuk atlet-atlet saya saat ini,” ujar Rosa.

Lebih jauh, Rosa punya harapan bahwa cabang olahraga renang indah bisa lebih populer lagi. Sementara di DIJ, dia mengharapkan lebih banyak lagi atlet renang indah yang bisa berprestasi.

Saat ini selain menjadi pelatih, Rosa Palmastuti masih tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana jurusan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Gajah Mada.(din/er)