PURWOREJO – Heboh temuan batu yang dikatakan mirip kepala gajah di dalam Gua Seplawan, mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo. Secara khusus dinas menurunkan Kasi Kesejarahan Museum Cagar Budaya dan Nilai Tradisi Sajiyono untuk melihat dari dekat keberadaannya Jumat (28/6).

Dari pengamatan yang dilakukan, dinas tidak menemukan unsur-unsur yang bisa mendasari jika benda itu merupakan fosil ataupun bentuk peninggalan cagar budaya. Ini menjadikan mereka belum bisa merekomendasikan lebih jauh mengenai kepala gajah tersebut.

“Sampai tadi meninggalkan lokasi, kami belum memiliki alasan bahwa itu merupakan cagar budaya atau fosil,” kata Sajiyono.

Jika memang benda tersebut adalah peninggalan purbakala, sesuai prosedur yang ada akan dilanjutkan dengan menerbitkan rekomendasi kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk diteruskan ke BCB. “Tapi karena kami belum menemukan unsur, ya kami belum bisa meneruskannya,” tambahnya.

Dikatakan, pihaknya melakukan berbagai pengamatan di lokasi temuan. Setidaknya memang ada dua sisi yang bisa dibidik dari keberadaan gajah itu. “Jika mengambil gambar dari sisi kanan memang tampak seperti kepala gajah. Tapi kalau dari sisi lain akan sangat berbeda,” tuturnya.

Perbedaan itu amat jelas karena di sisi yang tidak tampak seperti kepala gajah, ditemukan rongga cukup besar, di mana bentuk kepala hanya berada di lapisan luar. “Tadi kami juga sempatkan mengunjungi Gua Nguwik yang pernah ditemukan fosil hewan,”  katanya.

Untuk Nguwik, sudah dipastikan jika benda-benda yang ada merupakan peninggalan zaman dulu. Dan itu sudah mendapat pengakuan dari BCB. (udi/laz/by)