SLEMAN – Aksi vandalisme atau coret-coret bukan hanya di tembok atau jalan. Saat ini semakin parah. Pelaku semakin berani. Benda koleksi Museum Gunung Merapi (MGM) di Dusun Banteng, Hargobinangun, Pakem pun menjadi sasaran.

Pantauan Radar Jogja, tiga koleksi MGM berupa materi tentang evolusi bumi yang menjadi sasaran tangan-tangan jahil. Ketiganya ada di lantai dua, ruang peraga statis dan dinamis.

Namun, coretan yang paling banyak, terdapat di salah satu koleksi berukuran 120×200 cm bergambar 14 bola bumi dengan latar berwarna hitam. Koleksi itu penuh coretan. Kata-kata tidak pantas menghiasi koleksi tersebut.

Kepala UPT MGM, Juhartati tidak menyangka ada yang tega merusak barang koleksi museum. Padahal koleksi MGM seharusnya menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Pihaknya menduga coretan dibuat menggunakan pulpen atau benda tajam.

“MGM kan wisata edukasi. Kalau datang ke sini untuk belajar tentang Merapi. Kami tidak menyangka ada yang usil, padahal kami percaya kepada pengunjung,” kata Juhartati (28/6).

Dia mengakui, petugas kurang waspada terhadap pelaku vandalisme. Pengelola MGM sebetulnya telah memberikan imbauan kepada pengunjung dan menempatkan rambu larangan coret-coret.

Pengelola juga menempatkan CCTV di beberapa sudut guna mengawasi pengunjung. Namun, karena jumlah petugas terbatas, pengawasan pun agak longgar.

“Tidak bisa setiap saat kami memantau pergerakan pengunjung. Demikian pula dengan CCTV yang tidak terpantau karena masalah alat dan SDM,” kata Juhartati.

Pihaknya belum bisa memastikan siapa pelaku vandalisme tersebut. Masih diselidiki pelakunya dari rekaman CCTV. “Untuk hukumannya masih persuasif,” katanya.

Juhartati menjelaskan, saat ini status MGM masih belum resmi menjadi milik Pemkab Sleman. Masih dikelola bersama Badan Geologi Kementerian ESDM Bandung.

“Kami sudah koordinasi dengan Badan Geologi Bandung untuk mengganti koleksi yang menjadi sasaran vandalisme,” ungkap Juhartati.

Salah seorang pengunjung, Nirmalasari, 25 tahun, warga Magelang menyayangkan aksi tidak terpuji itu. Dia menilai MGM kurang terawat.

“Banyak yang bocor atapnya. Tembok MGM juga perlu dicat ulang,” kata Nirmalasari. (har/iwa/er)