GUNUNGKIDUL – Foto-foto pernikahan Kirman Mitro Wiyono dengan Sutinah yang tersebar di media sosial pekan lalu sempat mengejutkan publik. Di usianya yang senja, sepasang sejoli ini melangsungkan pernikahan. Seremoninya bak pasangan muda.

Nek ora ono koyo ngene wartawan ora bakal dolan rene (kalau tidak ada cerita begini wartawan tidak mungkin datang ke sini),” celetuk Mitro saat ditemui di rumahnya belum lama ini.

Warga Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, ini mempersunting pujaan hatinya di usia 95 tahun. Sedangkan si istri berusia 79 tahun.

Bagi Mbah Mitro, pernikahannya dengan Sutinah merupakan kali ketiga. Dia pernah menikah dua kali. Hanya, dua kali pernikahannya itu tak dikaruniai momongan. Kedua istrinya juga telah meninggal dunia.

”(Menikah karena) ditangkep (digerebek warga, saat serumah (dengan Sutinah),” tutur Mbah Mitro menceritakan asal usul resepsi pernikahannya.

Ya, warga menggerebek sepasang kekasih ini pekan lalu. Saat Mbah Mitro datang ke rumah Sutinah di Pedukuhan Pencil, Bendung. Untuk mengantarkan kayu bakar.

Mbah Mitro mengakui memang berduaan. Tapi, tak berbuat aneh-aneh.

”Nek wong tuwo ki arep ngopo (kalau sudah tua mau ngapain),” selorohnya.

Warga lalu berinisiatif menikahkan mereka. Mbah Mitro memenuhi permintaan warga. Dia pun menyiapkan mahar Rp 150 ribu.

Di usianya yang hampir satu abad, Mbah Mitro tak berharap muluk-muluk. Kakek yang berprofesi sebagai tukang kayu ini hanya ingin menikmati sisa umur dengan istrinya.

”Saya ingin hidup bahagia bersama sampai nanti,” kata Sutinah menimpali. (gun/zam/er)