JOGJA – Akademi Analis Kesehatan (AAK) Manggala Jogjakarta Mengadakan Workshop Peninjauan dan Pengembangan Kurikulum Program D3 Teknologi Laboratorium Medik (TLM), atau sebelumnya bernama Analis Kesehatan, di Hotel Grand Tjokro, Jalan Affandi, Selasa dan Rabu (2-3/7).

Direktur AAK Manggala Andri Suryanto SFarm MSi Apt menyampaikan, evaluasi dikemas dalam bentuk workshop selama dua hari. Pada hari pertama fokus menggali berbagai masukan dari berbagai kalangan mulai internal kampus, yayasan, alumni, organisasi profesi hingga laboratorium klinik. Hari kedua semua input dirumuskan menjadi sebuah produk kebijakan kurikulum. Untuk mengikuti perkembangan sekaligus mewadahi kebutuhan TLM.

“Evaluasi kurikulum dilakukan setiap lima tahun. Kali ini dilakukan lebih awal guna mengikuti tren perkembangan. Sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yakni kerangka penjenjangan kualifikasi mengintegrasikan sektor pendidikan, pelatihan, dan pengalaman kerja dalam suatu skema kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan, pendidikan profesi D3 dan D4 minimal memiliki 110 SKS,” jelasnya.

Andri menegaskan kurikulum adalah sarana dalam mencapai tujuan pendidikan. TLM bertanggungjawab memberikan data diagnosa kepada dokter untuk kepentingan medis. Data yang diberikan harus akurat, agar pengobatannya tepat.

“Dunia medis berkembang sangat pesat seiring perubahan pola hidup masyarakat. Maka perlu penyesuaian bagi profesional yang bergerak di dunia medis. Harapannya para alumni AAK Manggala dapat lulus Ujian Kompetensi Nasional (Ukomnas),” ujarnya.

AAK Manggala, lanjut dia, segera membuka Prodi baru yakni Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Masih dibuka pendaftaran mahasiswa D3 TLM di kampus AAK Manggala Jogjakarta di Jalan Bratajaya No.25, Sokowaten, Banguntapan, Bantul sampai September 2019. “Untuk informasi bisa menghubungi 0274543532 atau mengakses aakmanggala.ac.id,” tutur Kepala Humas dan Kerjasama AAK Manggala Drs Sujatmiko. (*/a11/pra/er)