PURWOREJO – Keberhasilan melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) di Alun-Alun Purworejo yang dilakukan pemerintahan Agus Bastian-Yuli Hastuti, seharusnya bisa menjadikan awal dari penataan PKL di seluruh Kabupaten Purworejo. Masih difokuskan di wilayah perkotaan, setidakya sudah ada langkah lanjutan dengan mengelola PKL lain yang selama ini menempati ruas-ruas jalan.

Alun-Alun Purworejo yang dilakukan penataan sekarang mampu mengubah wajah kawasan itu 180 derajat. Masyarakat bisa leluasa memanfaatkan ruang publik itu, baik untuk wisata keluarga maupun olahraga. PKL yang ada ditempatkan di sisi tenggara alun-alun di atas lahan yang dimiliki Kodim 0708/Purworejo.

“Ada permasalahan mengganjal yang belum terselesaikan. Kami melihat sudah ada upaya nyata yang dilakukan, sehingga ada bagian yang sudah terlihat cantik dan indah,” kata anggota DPRD Purworejo Sutardi Rabu (3/7)

Penataan PKL ini seolah menjadi sebuah pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi kepala daerah. Karena dari beberapa kali pergantian pemangku kepala daerah, permasalahan itu tidak terpecahkan. “Kami menilai keberadaan PKL di Purworejo tidak beraturan. Dan itu sangat mengganggu terhadap pengguna jalan maupun pengguna trotoar,” tambah Sutardi.

Pemandangan yang mudah ditemui adalah PKL yang ada di sepanjang Jalan Ahmad Yani maupun Jalan Ahmad Dahlan. Mereka sudah ada cukup lama dan memanfaatkan peruntukan jalan maupun trotoar.

Pihaknya hanya berharap pemkab ada keinginan serius melakukan penataan terhadap PKL. Pemkab diminta tidak sekadar melakukan penataan, tapi juga menyiapkan sebuah tempat yang layak dan tepat untuk berdagang.

“Mungkin bisa dibuatkan shelter khusus PKL. Ini bisa disesuaikan dengan jenis dan kepentingannya,” tandas Sutardi. (udi/laz/zl)