BEKASI – Catatan tak terkalahkan PSS Sleman akhirnya terhenti di pekan keenam dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019. Anak asuh Seto Nurdiyantara itu kalah tipis 0-1 dari Persija Jakarta di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Rabu (3/7).

Meski menuai hasil minor, Bagus Nirwanto dkk tetap bercokol di posisi 10 klasemen sementara dengan perolehan enam poin. Sebaliknya, bagi Macan Kemayoran- julukan Persija Jakarta itu merupakan kemenangan perdana musim ini.

Seto Nurdiayantara mengatakan, babak pertama timnya banyak mendapatkan tekanan dari kubu tuan rumah. Terlebih anak asuhnya juga banyak melakukan kesalahan. Jarak bertahan antarlini terlalu jauh dari lawan. “Dan itu menjadi salah satu kendala kami,” ujar Seto.

Dalam laga ini sebenarnya para pemain PSS tampil bagus. Itu itu terutama pada babak kedua. Namun banyaknya peluang yang dihasilkan Yevhen Bokhashvili dan kolega, ternyata gagal berbuah gol. Hal itu menjadi sorotan tersendiri bagi sang pelatih. Eks gelandang timnas itu mengaku ada kekurangan dalam hal finishing touch alias penyelesaian akhir dari para pemain depannya. Kalau dibilang finishing touch anak-anak buruk di laga ini. dia mengakui. “Tapi ada faktor tidak beruntung juga,” tegasnya.

Seto menuturkan dari lima pertandingan yang dilakoni timnya selalu bermain buruk pada babak pertama. Bahkan, gawang Ega Rizky selalu kemasukan gol lebih dulu. Ini tentu tak mau hal serupa terjadi saat tim asuhannya menghadapi Kalteng Putra pada 7 Juli mendatang. Kedua tim akan bertanding di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, kandang sementara Kalteng Putra.”Kami akan perbaiki itu semua nanti,” tegas pelatih asal Kalasan itu.

Seto berjanji akan memperbaiki permainan anak asuhnya, meski dengan persiapan yang mepet. Dia berharap di laga melawan Kalteng Putra anak asuhnya bisa konsisten dari babak pertama dan kedua.

Pada pertandingan Rabu Persija langsung mengambil inisiatif menyerang sejak jalannya babak pertama. Beberapa kali Maman Abdurrahman dkk merepotkan lini pertahanan PSS Sleman. Benar saja, pada menit ke-25 Marko Simic berhasil mencetak gol dari kotak penalti setelah mendapatkan umpan apik dari Bruno Matos.

Praktis, lini depan PSS tak mampu berbuat banyak setelah gol pembuka dari kubu tuan rumah. Apalagi sepanjang babak pertama PSS banyak mendapatkan tekanan. Hingga babak pertama usai skor bertahan untuk keunggulan Macan Kemayoran. Pada babak kedua, PSS mencoba meyamakan kedudukan. Beberapa peluang yang dihasilkan Yevhen Bokhashvili tidak berhasil dikonversikan menjadi gol.

Pelatih Persija Jakarta Julio Banuelos mengaku senang timnya dapat menaklukkan PSS Sleman. Namun, Julio mengaku pertandingan Rabu juga berjalan sangat sulit. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu bersyukur dapat memetik poin penuh di kandang.”Apalagi persiapan yang kami miliki sangat mepet dan jadwal yang padat,’’ tegasnya. (cr12/cr18/din/by)