JOGJA – Pemanfaatan Micobially Enhanced Coad Bed Methane (MECBM) untuk memperpanjang umur cadangan Coal Bed Methane (CBM) saat ini sedang banyak dilakukan. Metode ini potensial digunakan karena sumber daya batubara yang cukup besar di Indonesia, terutama di Kalimantan dan Sumatera.

Hal ini terungkap dalam Kuliah Tamu Program Studi Teknik Pertambangan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) di Kampus Jalan Babarsari (28/6). Kabag Humas dan Kerja Sama ITNY Ridayati SSi MSc menjelaskan, kegiatan kuliah tamu ini dilaksanakan untuk menambah wawasan mahasiswa Teknik Pertambangan ITNY (dulu STTNas), mengenai ragam pemanfaatan dan teknologi batubara.

Kuliah tamu ini merupakan bagian dari upaya pengelola Prodi Teknik Pertambangan ITNY guna menjembatani pengetahuan teoritis di dalam perkuliahan dengan aplikasinya di dunia kerja. “Kegiatan semacam ini sering dilakukan oleh Prodi Teknik Pertambangan ITNY, khususnya dalam bentuk sharing materi dengan praktisi dan peneliti di bidang pemanfaatan batubara,” ujar dosen Prodi Teknik Sipil ITNY ini.

Pembicara utama dari PT Studio Mineral Batubara Shofa Rijalul Haq ST MT PhD mengungkapkan, saat ini CBM memang menjadi sumber penelitian untuk energi masa depan. “Metode MECBM ini merupakan metode dalam CBM yang digunakan untuk memperpanjang umur cadangan CBM dengan menggunakan mikrobakteri,” papar lulusan Hokkaido University yang kini menjadi peneliti  bidang batubara ini. (*/a11/laz/zl)