SLEMAN – Seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP di Sleman masih menyisakan masalah. Hingga tadi malam (4/7) ratusan orang tua siswa bertahan di kantor Dinas Pendidikan Sleman untuk mengadu. Lantaran anak-anak mereka tak bisa diterima di semua sekolah yang dipilih.

Padahal, berdasarkan perhitungan nilai hasil ujian anak mereka seharusnya bisa masuk ke sekolah yang dituju. Sebaliknya, calon siswa dengan nilai lebih rendah malah diterima.

“Anak saya nilainya 19,99. Masuk zona 1 SMPN 3 Tempel. Dapat tambahan poin 100 sehingga menjadi 29,99. Tapi kok tidak masuk. Lha wong yang nilainya 29,0 saja diterima,” beber Marjiyanto, warga Tempel.

“Sama dengan anak saya. Terlempar dari semua sekolah pilihan. Siswa yang nilainya lebih rendah malah masuk,” timpal Iwan, orang tua siswa lainnya.

Melihat kondisi itu Iwan minta petugas PPDB menghentikan proses sementara. Sambil menunggu solusi terbaik. Sebab, jika sistemnya yang diubah justru akan timbul masalah lain. “Kalau dilakukan pe-ranking-an ulang kasihan juga anak-anak. Makanya kami minta dihentikan saja prosesnya sementara,” katanya.

Masalah itu muncul gara-gara terjadi gangguan pada sistem pe-ranking-an. Siswa yang tidak lolos di sekolah pilihan pertama langsung terlempar ke pilihan ketiga. Kondisi itu dialami beberapa calon siswa.

“Seharusnya kalau tergeser dari pilihan pertama kan turun dulu ke pilihan kedua,” sesal Widianto, warga Turi.

Yang dialami Wisnu Hartana, juga warga Turi, lebih parah. Putranya langsung terlempar dari tiga sekolah pilihan. Dia terakhir mengecek padaRabu (3/7). Saat itu anaknya masih masuk pilihan pertama. Tapi Kamis pagi dicek lagi sudah tak ada nama anaknya. Dia pun heran. Dia yakin putranya bis diterima di SMPN 3 Turi, sekolah pilihan pertama.

“Kalau memang basisnya jarak harusnya bisa diterima. Karena jarak rumah saya sekitar 500 meter dari sekolah. Total nilai anak saya 290,” ungkapnya seraya menunggu hasil pengumuman. “Kalau memang tak diterima kan saya bisa langsung cabut berkas dan daftar ke swasta,” sambungnya.

Akibat persoalan tersebut pengumuman hasil seleksi PPDB pun diundur dari jadwal semestinya. Yang seharusnya pukul 10.00 menjadi 13.30.

Informasi tersebut sudah sampai ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ. Kepala ORI DIJ Budhi Masthuri mengaku menerima banyak keluhan dari orang tua siswa. Terkait sistem zonasi PPDB dan sistem seleksi online.

“Sebagian besar kasusnya sama,” ujarnya. Setelah diverifikasi petugas PPDB, lanjut Budhi, siswa yang tidak lolos pilihan pertama ternyata masuk di pilihan ke dua. Bukan ke tiga.

Dia mengungkapkan, masalah tersebut akibat gangguan sistem alogaritma website http://ppdb.slemankab.go.id atau http://disdik.slemankab.go.id.

Kondisi itu berdampak pada sekitar 70 anak. Data mereka masih terendap dan belum masuk pe-ranking-an. Sehingga menimbulkan kekecauan dapada daftar hasil seleksi.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Sleman Sri Wantini menyatakan semua masalah itu sudah teratasi. Dia tak menampik jika sistem PPDB memang sudah bermasalah sejak satu malam sebelum pengumuman. “Bisa teratasi setelah pukul 10.00. Sehingga kami mengambil kebijakan untuk menunda (pengumuman, Red) hingga pukul 13.00,” katanya. Tapi kenyataannya masalah tetap berlanjut hingga malam.

Kendati demikian, Wantini keukeuh proses PPDB terus berjalan. Wantini berjanji terus berkoordinasi dengan para kepala sekolah untuk mengurai semua permasalahan itu. Dia minta sekolah menelusuri data siswa yang hilang. Wantini membatasi proses penelusuran data hingga hari ini pukul 13.00. Hasilnya, jika ada calon siswa memang memenuhi kriteria akan dimasukkan ke sekolah pilihan. “Kalau nilainya tidak masuk pilihan pertama akan dimasukkan di pilihan sekolah lain yang masih memenuhi kriteria,” janjinya.

Terkait hal tersebut, Wantini meminta kepada para orang tua calon siswa agar bersabar dan menunggu hingga ada pengumuman resmi. “Kalau sudah fix akan diumumkan di SMP tempat mendaftar. Rencananya Sabtu (6/7),” jelasnya.

Untuk antisipasi siswa yang tak diterima di sekolah negeri, Wantini minta sekolah swasta memperpanjang waktu pendaftaran. (har/yog/rg)