JOGJA – Suhu malam dan pagi hari di wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) akhir-akhir ini tergolong rendah. Bahkan mencapai 18 derajat Celcius. Kondisi ini rawan  untuk timbulnya potensi peningkatan beragam penyakit. Karena itu dia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan beragam penyakit. Seperti penyakit pernafasan yang disebabkan oleh virus, bibir kering, mimisan, dan hipotermia. Ini terutama warga usia rentan seperti bayi dan lansia.

“Dianjurkan selalu menjaga kesehatan dan memakai pakaian tebal,” jelas Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja Sigit Hadi Prakosa membeberkan, penyebab suhu dingin di Jogja ini salah satunya akibat relatif sedikitnya keberadaan awan di musim kemarau. Kondisi ini mengakibatkan pantulan panas ke bumi yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan. Sehingga hawa panas langsung terbuang ke angkasa.

Penyebab lain adalah embusan angin muson yang melewati wilayah Indonesia. Karena angin muson dingin Australia atau pergerakan masa udara dari Australia itu membawa masa udara dingin dan kering ke Asia. Sigit memrediksi kondisi ini akan berlangsung hingga Agustus mendatang.

Kasi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengungkapkan, suhu dingin bisa menyebabkan beragam gangguan kesehatan. Menurutnya, suhu dingin membuat lingkungan cenderung lebih lembab.  Sedangkan lingkungan lembab merupakan habitat ideal bagi virus dan kuman untuk berkembang lebih cepat.  Suhu dingin menyebabkan penularan flu melalui udara menjadi cepat dan penyebarannya pun sangat mudah. Tetapi itu juga dipengaruhi sistem imun kita. “Jadi, menjaga gaya hidup sehat harus diperhatikan,” pesannya.

Menurutnya, menerapkan gaya hidup sehat dapat dilakukan dengan menjaga metabolisme tubuh. Ketika memasuki lingkungan yang dingin, tubuh akan mendistribusikan darah ke daerah badan yang akan dihangatkan dan dilindungi. “Itu namanya metabolisme”, tandasnya.

Nah, salah satu cara untuk menjaga metabolisme tubuh adalah dengan tidak lupa mengonsumsi air putih. Hawa dingin kadang membuat kita tidak merasa haus. “Jadi, kalau kita lupa minum, akan mengganggu kinerja metabolisme tubuh,” jelasnya. (cr16/din/zl)