JOGJA –  Pemain muda Al Rizky,18, masih menunggu debut bersama PSIM Jogja. Sejauh ini, pemain asal Sleman itu belum mendapatkan kepercayaan dari Pelatih Vladimir Vujovic.

Rizky paham betul ketatnya perasaingan di lini belakang. Sejauh ini, Vlado kerap mempercayakan bek tengah pada duet Hisyam Tolle dan Fandi Edy.

“Mau bermain di inti atau tidak, itu keputusan pelatih. Tetapi saya harus tetap bekerja keras,” jelas Rizky kepada Radar Jogja.

Dia pun mengakui persaingan di lini belakang cukup ketat. Apalagi bisa dibilang dirinya merupakan pemain paling muda di skuad Laskar Mataram.

Di samping itu, musim ini merupakan pengalaman pertamnya bermain di kompetisi Liga 2, karena sebelumnya Rizky tergabung dengan Bogor FC dalam mengarungi kompetisi Liga 3.

“Banyak persaingan dengan pemain-pemain berpengalaman. Tapi yang terpenting saya harus bisa menunjukkan lebih dari mereka dalam sesi latihan,” terangnya.

Di sisi lain, jebolan Sleman United ini mengaku cukup senang bisa kembali ke Jogjakarta tanah kelahirannya. Meski begitu, ia pun harus menerima kritikan dari para suporter karena bergabung dengan PSIM Jogja.

“Ada beberapa yang tidak suka. Itu biasa dalam sepak bola,”  katanya. Sebab sebelumnya, dirinya pun tak menyangka harus bermain bersama Laskar Mataram. Dia berpikir akan terus mengenakan jersey skuad Laskar Kujang -julukan Bogor FC.

“Sempat kaget juga awalnya, skuad Bogor FC di bawa ke PSIM. Tapi akhirnya senang karena bermain di kampung halaman sendiri,” jelas Rizky. (bhn/laz/er)