SLEMAN – Kabupaten Sleman layak berbangga. Salah satu desa di Sleman, Wukirsari, Cangkringan, masuk nominasi Desa Terbaik Nasional 2018 untuk kategori Prakarsa dan Inovasi Desa. Sebelumnya, Wukirsari menang tingkat Provinsi DIJ.

Kepala Desa Wukirsari, Fuad Jauhari Ludfi mengatakan, ada tiga inovasi utama yang mengantarkan Wukirsari ke tingkat nasional. “Kami ada Sistem Pemanfaatan Data Kependudukan (Sidampak), konservasi Burung Tyto Alba sebagai pengusir hama tikus. Juga ada sekolah pintar,” kata Fuad (2/7).

Fuad mengatakan, Sidampak merupakan sistem pengelola administrasi kependudukan secara baik dan transparan. Bahkan, saat ini sudah banyak desa yang belajar dan mengadopsi sistem Sidampak. Sistem ini dinilai efektif.

Dalam Sidampak, masyarakat bisa mudah mendapatkan akta kelahiran maupun kematian. Semua telah terintegrasi ke dalam satu sistem berbasis online sehingga pelayanan bisa lebih cepat.

“Hingga saat ini sudah ada 70 desa di Sleman, bahkan besok rencananya 12 desa di Kuningan, Jawa Barat juga mengadopsi sistem ini,” jelas Fuad.

Pihaknya juga menciptakan inovasi Program Sekolah Pintar. Sekolah sebagai ujung tombak pendidikan karakter di Wukirsari.

Fuad menjelaskan, saat ini banyak aksi bullying yang dilakukan pelajar. Sekolah Pintar ini juga merupakan salah satu upaya pencegahan tindak kekerasan.

“Sekolah Pintar menyasar anak usia muda, dengan diajarkan pendidikan reproduksi bagi remaja usia produktif. Agar tidak ada nikah muda serta pengetahuan pengasuhan anak,” jelas Fuad.

Peningkatan ekonomi kerakyatan juga menjadi perhatian khusus Fuad. Mayoritas masyarakat di Wukirsari bekerja sebagai petani, sehingga pemasukan bergantung kepada hasil panen. Namun, hama tikus sering menyerang sawah warga. Akibatnya, tak jarang terjadi gagal panen.

Fuad bersama koleganya berinisiatif memerangi hama tikus. Akhirnya muncul Program Konservasi Burung Hantu jenis Tyto Alba yang merupakan predator alami tikus.

“Keberadaan burung hantu ini telah berhasil meningkatkan produksi gabah hingga 31 ton dari sebelumnya hanya 8 ton,” kata Fuad.

Sebelumnya, Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) turut memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemdes Wukirsari. Menurut SP para pamong desa bisa menjalin komunikasi baik dengan masyarakat. Oleh karenanya, upaya untuk memajukan dan membangun desa bisa berjalan dengan baik.

“Melalui berbagai inovasi yang telah dilakukan, diharapkan bisa memberikan kemudahan pelayanan publik bagi masyarakat,” kata SP. (har/iwa/fj)