SLEMAN – Perpaduan senja dan latar panggung Candi Prambanan menjadi pengalaman pertama Andien perform di International Music Festival Prambanan Jazz #5/2019. Pengalaman ”mewah” itu dirasakan penyanyi bernama Andini Aisyah Haryadi tersebut saat manggung di hari ketiga Minggu sore (6/7).

”Suasananya jadi dapet banget ya. Sore-sore gini. Biasanya aku manggung di malam hari,” ucap Andien semringah.

Manggung di Prambanan Jazz #5/2019 merupakan pengalaman kali pertama Andien. Sebagai penyanyi jazz kenamaan, Andien telah berulang kali manggung di berbagai stage. Namun, perpaduan senja dan latar panggung Candi Prambanan menjadi pengalamannya yang paling berkesan. Belum lagi penonton yang memadati kawasan Candi Prambanan telah siap menikmati alunan musik jazz.

”Jadi, soul-nya nyambung aja gitu satu sama lain,” ujarnya.

Sore itu, Andien membawakan tujuh lagu. Yaitu, Moving On, Milikmu Selalu, Indahnya Dunia, Meniti Pelangi, Gemintang, Tentang Aku, dan Sahabat Setia. Andien berkolaborasi dengan seniman bambu dan batik dari Froghouse bernama Bagus.

Andien melakukan persiapan khusus untuk perform di panggung Prambanan Jazz. Salah satunya mempersiapkan aransemen baru.

”Pengin kolaborasi sama seniman tapi bukan seniman musik dan ketemu Mas Bagus ini. Dia merespons karya musikku di atas panggung dengan cipratan-cipratan warna di selembar kain putih,” katanya.

Menurutnya, festival musik jazz di Candi Prambanan merupakan kolaborasi menakjubkan. Musik jazz dipresentasikan kepada anak muda dengan cara yang lebih masa kini.

”Bisa menjadi salah satu upaya melestarikan warisan budaya yang kita miliki,” tambahnya.

Karena itu, Andien mengapresiasi penyelenggara. Yakni, Rajawali Indoensia dan PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Kolaborasi penyelenggara menyuguhkan festival musik jazz dibalut dengan kemegahan cagar budaya. (ita/zam/by)