SLEMAN – PSS Sleman kembali pada trek yang tepat. Setelah laga sebelumnya menelan kekalahan pada pekan keenam Shopee Liga 1 2019 melawan Persija Jakarta (3/7). Minggu (7/7) anak asuh Seto Nurdiyantara itu berhasil menundukkan tuan rumah Kalteng Putra dengan skor 2-0 di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Hasil positif ini sudah cukup mengantarkan Bagus Nirwanto dkk bercokol di posisi tujuh klasemen sementara dengan perolehan sembilan poin. Sebaliknya, hasil minor tersebut membuat Kalteng Putra harus rela turun di posisi kedelapan dengan poin delapan.

PSS Sleman langsung mengambil inisiatif menyerang sejak jalannya babak pertama. Beberapa kali Super Elang Jawa-julukan PSS Sleman-sering terlihat merepotkan lini pertahanan Kalteng Putra. Benar saja, pada menit ke-26 Haris Tuharea berhasil mencetak gol di dalam kotak penalti setelah mendapatkan umpan apik dari Brian Federico.

Pertandingan berjalan cukup keras. Kedua tim sama-sama tampil ngotot. Beberapa kali pemain Kalteng Putra terlihat melakukan protes terhadap kepemimpinan wasit Hamim Tohari yang dianggap berat sebelah.

Asyik protes, Kalteng Putra justru kebobolan kembali setelah Haris Tuharea mencetak brace pada menit-44. Hingga babak pertama usai skor bertahan untuk keunggulan Super Elja.

Memasuki babak kedua, PSS langsung tancap gas untuk menambah keunggulan. Hasilnya cukup membuat kelimpungan lini belakang Kalteng Putra. Namun, beberapa kali peluang Yevhen Bokhashvili tak mampu dikonversikan menjadi gol.

Di sisi lain, sebetulnya Kalteng Putra tak bermain buruk. Tercatat beberapa kali peluang Laskar Isen Mulang-julukan Kalteng Putra-terlihat membahayakan gawang PSS. Namun, berkat solidnya barisan pertahanan Super Elja, membuat I Gede Sukadana dkk gigit jari. Terlebih kiper PSS, Try Hamdani tampil cukup brilian dengan melakukan tiga kali penyelamatan.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengaku beruntung dengan hasil yang diperoleh timnya. “Kami syukuri meski bermain dengan emosional yang tinggi dan capek lantaran jeda pertandingan yang mepet,” ujarnya. “Ini sekaligus menjadi pembelajaran untuk kami agar lebih baik lagi,” imbuh pelatih 45 tahun itu.

Meski meraih hasil positif, Seto mengatakan, anak asuhnya masih banyak melakukan kesalahan. Apalagi beberapa pemain juga terlalu emosional. “Sudah ada beberapa pemain yang terkena kartu kuning dan di pertandingan selanjutnya ada yang terkena sanksi,” bebernya. Di laga selanjutnya melawan Persebaya Surabaya (12/7), Seto berjanji akan terus mengevaluasi kekurangan timnya.

Pelatih Kalteng Putra Gomes De Oliviera menyayangkan hasil yang dialami timnya. Dia melihat, anak asuhnya sedikit kehilangan konsentrasi sejak jalannya babak pertama. Selain itu, Gomes juga menyoroti kinerja wasit pada laga Minggu. “Wasitnya kurang begitu baik namun itulah pertandingan,” keluhnya. “Semoga kami bisa bermain lebih baik di laga selanjutnya,” harapnya. (cr18/zam/by)