BANTUL – Kecamatan Dlingo, Pajangan, Imogiri, dan Kasihan. Itulah empat kecamatan di Kabupaten Bantul yang mengalami gagal panen. Berdasar data Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul, luas lahan pertanian yang puso pada kemarau kali ini mencapai 93 hektare (ha). Perinciannya, Dlingo 83 ha, Pajangan 5 ha, Imogiri 2 ha, dan Kasihan 1 ha.

Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Disperpautkan Bantul Umi Fauziah mengungkapkan, banyaknya luas lahan yang gagal panen, antara lain, akibat minimnya suplai air. Itu diperparah dengan letak geografis. Beberapa lahan pertanian yang puso berada di dataran tinggi. Plus tak memiliki saluran irigasi.

”Komoditas yang puso kebanyakan padi,” jelas Umi melalui sambungan telepon kemarin (7/7).

Dari pantauan dinas, lahan pertanian di Kecamatan Sedayu, persisnya di Pedukuhan Cawan, Argodadi sempat terancam puso. Hanya, para petani rela merogoh dompet untuk mengaliri lahan pertanian dengan air Sungai Progo.

Menurut Umi, petani tidak ingin tanaman gagal panen. Lantaran mereka telah mengeluarkan biaya perawatan telanjur banyak.

”Tanamannya sudah berusia satu bulan,” ucap Umi menyebut jarak antara Sungai Progo dan lahan pertanian cukup jauh.

Guna menghindari kerugian, Kepala Disperpautkan Bantul Pulung Haryadi menyarankan petani mengubah pola tanam. Mengganti tanaman padi dengan palawija.

”Palawija tak terlalu membutuhkan air. Memungkinkan ditanam saat kemarau,” katanya. (cr5/zam/by)