BANTUL – Desa Panggungharjo terletak di Kecamatan Sewon. Merupakan desa yang menerapkan sistem pelayanan terbaik di Bantul. Selain pelayanan administrasi, Desa Panggungharjo juga memberikan pelayananan barang dan jasa.

Lurah Desa Panggungharjo, Wahyudi Anggoro mengatakan, untuk pelayanan jasa, pihaknya menerapkan dalam beberapa bidang penting. Di antaranya bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, ketertiban, serta lingkungan.

Wahyudi mengatakan, untuk bidang pendidikan, Panggungharjo wajib menerapkan ‘’satu desa satu sarjana’’. Program tersebut sudah dijalankan sejak 2013 untuk meningkatkan taraf kehidupan warga desa.

“Ini untuk membantu masyarakat mendapatkan pendidikan tinggi. Kami bagi melalui beberapa skema. Yakni asuransi pendidikan, bantuan biaya, dan kerjasama dengan perguruan tinggi. Agar banyak anak di Sewon bisa kuliah,” ungkap Wahyudi (28/6).

Sedangkan bidang kesehatan, ada beberapa layanan yang diberikan desa. Salah satunya bantuan kepada ibu dan anak. Di Panggungharjo, ibu hamil mendapat pelayanan pemeriksaan kehamilan hingga persalinan gratis.

“Cukup mendaftar ke kantor desa. Maka ibu hamil sudah bisa mendapat pelayanan di dua puskesmas di Panggungharjo. Ketika anak sudah lahir, juga mendapat imunisasi gratis lima kali,” kata Wahyudi.

Selain program tersebut, Panggungharjo juga memiliki personel perawat desa. Bertugas untuk memberikan asuhan kepada lansia ketergantungan atau warga terlantar.

Tahun ini pihaknya bekerjasama dengan Dinas Soisial dan Baznaz Bantul memberikan ketahanan pangan. Terutama bagi lansia ketergantungan.

“Kami berikan setiap hari. Tidak mengenal libur maupun tanggal merah. Agar gizi mereka (para lansia ketergantungan) tetap tercukupi,” ujar Wahyudi.

Untuk lingkungan, Panggungharjo memiliki BUMDes pengelolaan sampah. Limbah minyak goreng diolah untuk dijadikan bahan bakar semacam solar yang bernilai ekonomi.

Bidang keamanan dan ketertiban, pihaknya mengandeng pihak berwajib. Namun sebelum ditangani kepolisian, Pemerintah Desa Panggungharjo mendahulukan proses kekeluargaan.

Pihaknya membentuk lembaga mediasi desa sejak 2015. Program ini bertujuan menyelesaikan persoalan hukum yang dialami masyarakat.

Di antaranya, perseteruan sengketa lahan, ahli waris, dan perkelahian warga. Beberapa persoalan itu dapat diselesaikan di tingkat desa dengan cara kekerabatan.

“Jika warga kami ada yang punya masalah hukum, kami akan membantu dalam pendampingan hokum. Hingga ke pengadilan,” ujar Wahyudi.

Dikatakan, program tersebut sebagai upaya pemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Juga untuk memperat silahturahmi warga dengan pemerintah desa.

“Pelayanan publik bidang barang dan jasa ini dibentuk. Intinya untuk memberikan pelayanan serta membangun kedekatan antara warga dan pemerintahan desa,” kata Wahyudi. (cr5/iwa/fj)