GUNUNGKIDUL – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bleberan, berperan signifikan dalam mendongkrak pendapatan perekonomian. Terutama bagi masyarakat Desa Bleberan, Kecamatan Playen.

Hasil kerja sepanjang tahun mengalami peningkatan. Yakni pelayanan dan pendapatan yang signifikan dari tiga unit usaha. Mulai pengelolaan Pengelolaan Air Bersih (PAB), unit simpan pinjam, dan unit pelayanan wisata air terjun Sri Getuk. Meraup hasil di atas Rp 1 miliar per tahun.

”Kami berkomitmen terus meningkatkan kinerja dan target pendapatan tahun ini,” kata Ketua BUMDes Bleberan, Tri Harjono.

Dia menjelaskan, pendapatan paling mencolok dating dari sektor pariwisata. Disusul unit PAB. Namun untuk hasil unit simpan pinjam harus harus dievaluasi. “Karena penghasilan menurun,” ujar Harjono.

Jumlah karyawan BUMDes sebanyak 12 orang. Karyawan simpan pinjam tiga orang, dan karyawan pengelolan air enam orang. Adapun karyawan kawasan wisata 90 orang, pemberdayaan masyarakat atau warung sebanyak 60 orang, dan puluhan home stay.

“Dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi, Desa Bleberan mampu memanfaatkan teknologi pengolahan air bersih. Dengan menggunakan tenaga solar cell serta pembuatan ghetek (perahu) untuk mengangkut wisatawan Sri Getuk yang dibuat dengan memanfaatkan drum bekas,” tutur Harjono.

Kepala Unit Air Bersih BUMDeS Bleberan, Udi Waluyo mengatakan, dengan kemampuan pompa yang dimiliki 16 liter per detik, sekarang sumber air tersebut mampu mengaliri 742 kepala keluarga dari 1.073 kepala keluarga di Desa Bleberan. Kendalanya pada instalasi air yang membutuhkan biaya besar.

Namun, dengan 16 liter per detik untuk mencukupi 742 KK, debitnya masih melebihi yang diperlukan. Pihaknya memanfaatkan sumber air sejak 2002, namun baru dikembangkan pada 2012.

“Waktu itu awalnya 357 SR (sambungan rumah tangga), saat ini sudah bisa 742 SR,” kata Udi.

Dia berharap adanya bantuan dari pemerintah agar bisa menjangkau seluruh warga yang membutuhkan air bersih. Sebab untuk pemasangan membutuhkan biaya besar.

“Kendalanya, jaringan belum menjangkau calon konsumen yang memerlukan air bersih. Kami menunggu anggaran dari pemerintah,” harap Udi. (gun/iwa/fj)