JOGJA – Sebanyak empat tim sepak bola putri akan bersaing di ajang Piala Menpora U-17 Regional DIJ. Turnamen ini akan digelar di Stadion Dwi Windu, Bantul pada 12-14 Juli mendatang. Empat tim yang berlaga adalah Raga Putri Menoreh (Kulonprogo), Lipeg FC (Gunungkidul), PSW Putri Mataram (Sleman), dan PSW Putri Protaba (Bantul).

Deputi Pembudayan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta sangat mengapresiasi gelaran kualifikasi Piala Menpora U-17 Putri yang terus begulir di daerah-daerah. Termasuk di Jogjakarta. Dia berharap dari kompetisi ini melahirkan juara siap bersaing untuk mewakili ke putaran nasional.

Dengan menggunakan sistem setengah kompetisi, tim yang tampil sebagai juara akan mewakili DIJ di seri nasional di Bandung, awal Agustus mendatang. Menurutnya, turnamen tersebut semakin menegaskan Jogjakarata sebagai barometer sepak bola putri di Indonesia.”Sektor putri yang selama ini belum memiliki porsi seperti sektor putra. Oleh karenanya harus terus digali potensinya melalui program-program unggulan Kemenpora,” jelas Isnanta.

Menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini, empat dari enam jalannya pertandingan di Piala Menpora U-17 Putri Region DIJ rencannya disiarkan langsung dengan teknologi streaming.

Dijelaskan, Jogjakarta menjadi wilayah sangat  strategis untuk pengembangan sepak bola putri. Ini karena Jogjakarta memiliki sejarah besar dalam mencetak pemain-pemain bola putri.

Ketua Panpelnas Liga Berjenjang Sepak Bola Putri U-17 Piala Menpora, M Alan Wildan Chandra mengucapkan terima kasih kepada DIJ karena telah menghidupkan kembali sepak bola putri di Tanah Air. “Kami yakin DIJ akan banyak menyumbangkan pemainnya untuk Timnas Putri ke depan,” kata Alan.

Pelatih Timnas Putri Indonesia Rully Nere mengatakan kegiatan ini  sangat positif. Dia menegaskan, terpenting masyarakat mencintai sepak bola.”Dan Jogjakarta memberikan kontribusi besar untuk sepak bola Indonesia. Khususnya sepak bola putri,” kata Rully. (bhn/din/by)