JOGJA – Kompetisi Liga 2 Indonesia memakan korban. Pelatih PSIM Jogja Vladimir Vujovic menjadi pelatih pertama yang mungundurkan diri selama kompetisi Liga 2 berlangsung. Bahkan, hengkangnya Vlado-sapaan akrab Vujovic diikuti oleh Manajer Tim PSIM Jogja  Effendi Syahputera.

Mundurnya dua sosok penting di tubuh tim berjuluk Laskar Mataram ini tak lepas dari hasil minor yang diperoleh di awal kompetisi. Dari tiga laga, PSIM hanya mampu meraih hasil tiga poin hasil dari satu kali kemenangan dan dua kekalahan.

Bahkan, tim bertabur bintang ini justru menelan kekalahan saat berlaga di kandangnya, Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Senin (1/7). Kala itu, mereka kalah dari Persik Kediri di hadapan ribuan suporter. Suporter menumpahkan kekecewaannya dengan meneriakan Vlado out.

Merasakan tekanan yang semakin besar, pelatih asal Montenegro ini pun akhirya menyatakan mengundurkan diri dari kursi kepelatihan PSIM Jogja Selasa. ”Orang-orang di tribun (suporter, Red) tidak mempercayai saya. Dari awal mereka tidak menyukai saya,” kata Vlado kepada Radar Jogja Selasa.

Diakui kekalahan melawan Persik Kediri di pekan ke-3 menjadi pukulan telak bagi dirinya. Sebab, dia melihat para pemain bermain tanpa memiliki semangat untuk meraih kemenangan. Vlado menilai, taktikal yang diberikan di lapangan tidak dijalankan dengan baik oleh anak asuhnya. ”Itu bukan pola pemainan yang saya inginkan. Tapi itu tidak akan memperbaiki kepercayaan yang sudah luntur terhadap saya,” jelasnya.

Dikatakan, sejak awal dirinya sudah mempersiapkan tim sebaik mungkin. Bahkan saat menggelar laga uji coba pun dia merasa tidak ada respons yang cukup baik. Padahal, saat menggelar laga uji coba pertama di Stadion  Sultan Agung, skuad Laskar Mataram mampu menahan imbang Tim Nasional U-23 asuhan pelatih Indra Sjafri.”Lebih baik saya yang mengundurkan diri,” jelasnya.

Meski menyatakan mengundurkan diri, Vlado masih tetap mendampingi Ichsan Pratama dkk hingga laga melawan PSBS Biak di SSA, Minggu (14/7). Laga tersebut, tersebut bisa mejadi laga perpisahan penuh emosi antara pemain dan pelatih yang baru menangani PSIM Jogja sejak Mei lalu.

Dia pun mengaku sebenarnya sudah mencintai PSIM Jogja. Namun, demi kebaikan klub dirinya pun mengutarakan diri mengundurkan diri kepada manajemen. ”Lawan PSBS merupakan partai terakhir saya apapun hasilnya,” jelasnya.

Selanjutnya, Vlado berharap masih tetap bisa mengabdi di PSIM Jogja di bidang lain selain pelatih. Hal itu dia lakukan sebagai wujud kecintaannya terhadap Laskar Mataram dan Jogjakarta. Di samping itu, legenda Persib Bandung ini pun akan mengambil lisensi kepelatihan A, untuk meningkatkan kualitas kepelatihan. ”Saya berdoa semoga PSIM bisa mencapai target ke Liga 1. Karena klub ini punya masa depan yang cerah,” terangnya.

Sama halnya dengan Effendi Syahputra. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Bogor FC ini memilih mengundurkan juga dikarenakan raihan hasil buruk di dua laga. Sebagai manajer, dia memikul beban moral yang harus dipertanggungjawabkan kepada suporter. Keputusan mundur tersebut, jelasnya, diambil berdasarkan kesadaran. ”Sebagai manajer, saya harus bertanggungjawab atas kegagalan ini,” tegasnya.

CEO PT PSIM Jaya Bambang Susanto mengaku sudah menerima pengunduran diri dua sosok tersebut. Namun, manajemen belum menentukan siapa nantinya menggantikan dua sosok tersebut. ”Masih proses belum ke arah sana,” kata Bambang.

Dijelaskan, pihaknya menerima pengunduran diri keduanya lebih pada mempertahankan kondusifitas tim. Apalagi, dalam beberapa laga dia melihat tekanan yang begitu berat dari para suporter. ”Saya harap ini bisa menjadi pembelajaran bersama. Untuk mencapai kesuksesan diperlukan proses,” jelasnya.

Sampai dengan pekan ketiga PSIM Jogja berada di peringkat ketujuh. PSIM hanya meraih kemenangan dari Persiba Balikpapan 1-0 di Stadion Batakan. Selanjutnya, Laskar Mataram dikalahkan Mitra Kukar 0-1. Dan di laga terakhir kalah 1-2 dari Persik Kediri. (bhn/din/by)