KULONPROGO – Pemindahan rute penerbangan domestik dari Adisutjipto (JOG) ke Yogyakarta International Airport (YIA) dilakukan Oktober 2019. Ada 65 jumlah penerbangan yang akan dipindahkan.

“Pemindahan rute penerbangan dilakukan mengikuti penyelesaian seluruh sisi infrastruktur YIA yang selesai Oktober,” kata Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager YIA Angkasa Pura (AP) I, Agus Pandu Purnama (10/7).

Pembangunan fisik YIA sudah mencapai 65 persen. Baik sisi udara (airside) dan darat (landside). Pada Oktober terminal seluas 219.000 meter persegi rampung. Saat ini, baru 12.900 meter persegi terminal yang dimanfaatkan.

“Pembangunan gedung terminal difokuskan area kargo dan menara (tower) yang sudah masuk tahap akhir. Gedung parkir tiga lantai hampir selesai. Desember finishing, karena artwork butuh waktu. Yang pasti, Oktober sudah mampu mengakomodasi rute-rute penerbangan sesuai rencana,” jelas Agus.

Terkait pemindahan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Indonesian Airport Slot Management (IASM) pada 17 Juli 2019. Pihaknya membahas rute penerbangan berjadwal mana saja yang bisa dialihkan ke YIA.

“Kami akan segera melakukan pembicaraan dengan maskapai terkait pemindahan ini,” ujar Agus.

Dari lima penerbangan yang telah dibuka di YIA, okupansinya cukup tinggi. Lima penerbangan tersebut di antaranya Citilink rute Halim Perdana Kusuma dan Batik Air (Cengkareng, Palangkaraya, dan Samarinda).

“Air Asia juga segera melayani penerbangan di YIA untuk rute Lombok. Batik akan menambah rute ke Bali pada pekan ketiga Juli 2019,” kata Agus.

Sejak dibuka pada 6 Mei 2019, YIA melayani 62 kali penerbangan dalam sebulan. Total jumlah penumpang 2.935 orang. Pada Juni, penerbangan yang dilayani sebanyak 290 pergerakan pesawat dengan 27.717 orang penumpang.

“Okupansi penumpang tertinggi ada di rute YIA-Palangkaraya dan Samarinda. Keterisian kursi lebih dari 65 persen. Sedangkan YIA-CGK berokupansi 50 persen,” kata Agus.

Airport Operation and Service Senior Manager YIA, I Nyoman Noer Rohim mengatakan, dari sisi kargo, YIA dilengkapi terminal kargo seluas 5.700 meter persegi. Untuk kelas internasional maupun domestik.

Tiga maskapai sudah melakukan assessment atas kesiapan kargo di YIA. Di antaranya Lion Air Group, Air Asia, dan Garuda Indonesia.

Pembangunan terminal kargo sudah selesai untuk internasional. Tinggal menunggu rampungnya area kargo domestik. Luas terminal kargo lebih besar dari bandara di Denpasar dan Surabaya. (tom/iwa/fj)