SLEMAN – Tiga kali kesempatan yang diberikan kepada Bonek-suporter Persebaya-tiga kali pula berujung kericuhan. Terakhir, kala Persebaya bertamu melawan Persija Jakarta dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Sultan Agung pertengahan tahun lalu.

”Bahkan kesempatan ke tiga saat melawan Persija itu juga ricuh. Laga tidak jadi dilanjutkan,” ketus Kapolda DIJ Irjen Pol Ahmad Dofiri di Mapolda Rabu (10/7).

Karena itu, Kapolda ingin kericuhan serupa terulang. Apalagi, warga sekitar Maguwoharjo menolak kedatangan Bonek untuk mendukung Persebaya kala menantang tuan rumah PSS Sleman dalam lanjutan Shopee Liga 1 2019 pekan kedelapan di Stadion Maguwoharjo Sabtu (13/7).

”Kami mengacu pada kejadian sebelumnya karena sering terjadi bentrok antarsuporter,” ucap Kapolda menegaskan bahwa rekomendasi itu diambil untuk mengantisipasi berbagai insiden yang tak diinginkan.

Belum lagi, kata Kapolda, pertandingan dua tim dengan jersey berwarna hijau itu bertepatan dengan kunjungan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Sleman.

Ada catatan lain yang diberikan kepolisian. Kapolda meminta panpel membatasi jumlah penonton. Itu untuk meminimalisasi potensi kerusuhan yang melibatkan suporter.

”Tapi ini kami memberi masukan saja. Untuk seperti apa nanti biar panpel yang menentukan,” tambahnya. (har/zam/rg)