JOGJA – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIJ bersikukuh bahwa kebijakan mutasi masal telah mempertimbangkan berbagai aspek. Jarak, salah satunya. Lembaga vertikal ini ingin tempat tinggal guru madrasah lebih dekat dengan sekolah.

Menurut Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag DIJ Ahmad Fauzi, semangat itu pula yang melatarbelakangi mutasi empat guru di lingkungan MAN 1 Gunungkidul. Salah satunya Surini. Guru mata pelajaran bahasa Inggris ini dimutasi ke MAN 1 Jogja. Pertimbangannya, dia ber-KTP Kota Jogja. Persisnya, Petinggen, Jetis.

”Punya rumah di Jogja dan Bantul. Juga punya rumah di Wonosari,” jelas Fauzi dalam keterangan yang dikirim via e-mail Kamis (11/7).

Dengan berdinas di tempat baru, Fauzi menilai, perjalanan Surini dari tempat tinggalnya di Kota Jogja ke sekolah tidak jauh. Hanya sekitar dua kilometer. Pun ketika Surini berangkat dari Bantul. Jaraknya sekitar lima hingga delapan kilometer.

Perpindahan Rifauddin Muhammad Sultan dari MAN 1 Gunungkidul ke MAN 2 Sleman juga serupa. Menurut Fauzi, guru mata pelajaran bahasa Inggris itu tinggal di sebuah rumah kontrakan di wilayah Piyungan, Bantul. Sejak 2019, dia mengajukan permohonan mutasi ke MAN 2 Sleman yang terletak di Maguwoharjo.

”Jarak Piyungan-MAN 1 Gunungkidul sekitar 27 kilometer. Sedangkan Piyungan-MAN Maguwo dalam Google Map 17 kilometer,” ujarnya.

Setali tiga uang, Danang Ari Wibowo. Guru mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, itu ber-KTP Galur, Kulonprogo. Hanya, Danang mengontrak rumah di Trimulyo I, Kepek, Wonosari kala berdinas di MAN 1 Gunungkidul. Agar dia tak menempuh perjalanan sekitar 54 kilometer dari Galur menuju tempat mengajar. Karena itu, Fauzi menegaskan, mutasi Danang ke MAN 3 Kulonprogo membuat perjalanan ke sekolah lebih pendek.

”Ke MAN 3 Kulonporgo sekitar 38 kilometer,” lanjutnya.

Guru terakhir yang dimutasi ke luar Gunungkidul adalah Haris Mu’inudin. Guru mata pelajaran Al quran dan hadis ini dimutasi ke MAN 4 Bantul. Fauzi tak menampik jarak rumah Haris dengan sekolah yang terletak di Banguntapan, Bantul, itu sekitar 33 kilometer. Jarak ini lebih jauh dibanding guru yang tinggal di Playen, Gunungkidul, itu ketika berdinas MAN 1 Gunungkidul. Berdasar Google Map, jaraknya sekitar 22 kilometer.

”Memang mutasinya ke madrasah yang lebih jauh. Tapi, aksesibilitasnya masih mudah terjangkau,” katanya.

Seperti diberitakan, Kanwil Kemenag DIJ melakukan mutasi masal. Ada 475 guru madrasah di DIJ yang dikopyok ulang. Tidak sedikit di antara mereka yang keberatan. Lantaran jarak rumah dengan sekolah baru lebih jauh. (ila/zam/rg)