JOGJA – Kampung Dipowinatan, Keparakan, Mergangsan, Kota Jogja didapuk menjadi lokasi kemah budaya Pramuka se-Jawa (KBPJ) tahun ini. Tak kurang 135 peserta kemah akan berada di kampung wisata itu.

Penunjukan Dipowinatan sebagai tuan rumah KBPJ bukan tanpa alasan. Kelanggengan nilai seni dan budaya yang terus dipertahankan warga Dipowinatan menjadi kekuatan utamanya. Pun demikian kondisi sosial masyarakatnya. Yang sejauh ini diketahui menjadi salah satu magnet bagi wisatawan mancanegara. “Dipowinatan adalah kampung yang bisa menjadikan contoh. Bahwa nilai seni dan budaya masih tumbuh dan bisa membawa kesejahteraan bagi warganya,” ujar Ketua Kwarcab Kota Jogja Heroe Poerwadi saat menerima peserta KBPJ 2019 di Kampung Dipowinatan Kamis (11/7).

“Peserta KBPJ akan ngangsu kawruh nilai budaya dan kearifan lokal yang ada di sini,” sambung sosok yang juga wakil wali kota Jogja itu. Itulah yang menjadi kekuatan Kampung Dipowinatan. Sehingga dipercaya menjadi lokasi KBPJ 2019.

Dalam kesempatan itu, Heroe mengajak seluruh peserta KBPJ untuk belajar dan melihat kehidupan sosial warga Dipowinatan. Di mana nilai-nilai seni dan budaya bisa tumbuh dan berkembang di tengah hiruk pikuk Kota Jogja.

Selain menimba ilmu sosial, para peserta KBPJ aktif mengikuti aneka kegiatan budaya di Dipowinatan. Seperti praktik menari, membatik, membuat makanan tradisional kipo, dan melihat kerajinan wayang. Para peserta juga terlibat dalam permainan-permainan tradisional. Seperti egrang, bakiak, dan go back sodor.

Danica Nathaniela, peserta asal Kwarcab Banyumas, Jawa Tengah, mengaku sangat bangga bisa mengikuti acara itu. Apalagi KBPJ kali ini merupakan pengalaman pertamanya. Dia ikut KBPJ untuk menambah wawasan sekaligus belajar penguatan sosial budaya. “Kami memang tak hanya belajar kepramukaan di ajang KBPJ ini,” ujar dara 17 tahun itu.

Danica bangga bisa ikut kemah budaya juga karena ketatnya seleksi peserta KBPJ. Dia masuk lima belas besar setelah mengalahkan 40 calon peserta lain se-Kwarcab Banyumas di tahap awal. Sejak Mei lalu tiap peserta harus mengikuti tes tertulis, wawancara, dan bakat.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka DIJ Suryaji mengungkapkan, total peserta KBPJ sebanyak 640 Penegak dan Pandega dari enam kwartir daerah se-Jawa. Meliputi Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengan, DIJ, dan Jawa Timur. KBPJ digelar selama tiga hari sejak Rabu (10/7) hingga hari ini (13/7). “Ajang ini sebagai wujud menjaga kelestarian dan memperkenalkan budaya Jawa. Khususnya di DIJ,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut sekaligus sebagai uji coba persiapan penyelenggaraan kemah budaya internasional pada 2020 mendatang di DIJ. Kemah budaya internasional akan diikuti delegasi dari 24 provinsi se-Indonesia dan perwakilan 30 negara tetangga. (cr15/yog/er).