BANTUL – Kemacetan lalu lintas terjadi di Bukit Bintang, Srimulyo, Piyungan, Kamis. Penyebabnya, pengendara memelankan kendaraannya. Pengendara ingin menyaksikan warung makan tiga lantai yang terbakar.

Tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir Rp 30 juta. Penyebab kebakaran belum diketahui, masih diselidiki oleh petugas.

Anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Srimulyo, Saryanto mengatakan, kebakaran terjadi pukul 14.30. Kali pertama diketahui warga Putat Gunungkidul, Rahayu.

Rahayu melintas di jalan Bukit Bintang, melihat api dari bawah warung. Warung milik Eko Susanto, warga Plesedan hangus tak tersisa.

”FPRB menelepon pemadam kebakaran (damkar) Bantul. Dibantu dua unit damkar Gunungkidul,” kata Saryanto. Pukul 15.45 api berhasil dipadamkan.

Saat kejadian, warung sedang tutup. Pemiliknya, Eko, tidak ada di lokasi. ”Kami masih mencari tahu pemicu kebakaran,” kata Saryanto.

Manager Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Bantul, Aka Lukluk Firmansyah mengatakan, 90 persen warung ludes terbakar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Antisipasi bencana musim kemarau. Salah satunya kebakaran.

Dia mengajak masyarakat berhati-hati beraktivitas menggunakan api. Api mudah merambat saat kondisi kering saat kemarau.

”Jangan membakar sampah sembarangan. Kalau membakar sampah, sebaiknya ditunggu. Jika tertiup angin, api mudah merembet,” ingat Dwi. (cr6/iwa/fj)